Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah kandidat calon wali kota dan wakil wali kota mulai bermunculan menjelang Pilkada serentak Juni 2018. Ada yang masih malu-malu kucing dan ada pula yang mulai unjuk gigi melakukan deklarasi.

Salah satunya Muhamad Nur Sukma. Figur yang satu mengaku didorong oleh para ulama se-Bogor Raya. Ia mendaftar melalui dua partai politik yang sekarang sudah resmi berkoalisi yakni Koalisi Merah Putih (KMP). 

Di sela deklarasi Relawan Sukma dan Sukma Center di Jalan Salabenda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Nur Sukma menjelaskan, salah satu yang melandasi dirinya maju Pilwalkot adalah karena giroh dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Dirinya merasa telah diberikan amanah serta fasilitas oleh Allah, sehingga makna ibadah adalah mengabdi amanah Allah, sama halnya dengan menjadi pemimpin yang amanah yaitu maju menjadi Wali Kota Bogor.

“Saya lahir bukan seorang politikus, namun karena melihat para calon Wali Kota yang ada belum ada yang mewakili untuk mengajak umat dan bangsa kembali taat kepada Allah dalam aspek kehidupannya, maka di situlah menjadi niat dan semangat untuk maju di Pilwalkot,” jelasnya. 

Nur Sukma mendaftar ke PKS dan Gerindra pada 7 Juli 2017 lalu. “Saat ini saya sedang menunggu tahapan penjaringan di DPD Jawa Barat, baik dari PKS maupun Gerindra,” ucapnya.

Bagaimana jika melalui partai itu tidak memberikan peluang? Sukma menegaskan bahwa dirinya optimistis akan mendapatkan rekomendasi partai dan kemenangan Pilkada DKI Jakarta yang diusung oleh para ulama dan umat Islam akan terjadi juga di Kota Bogor.

“Harapan para ulama, kiai, dan aktivis, saya maju independen. Namun kita menyadari bahwa tidak bisa hidup di luar dari kenyataan dan fakta yang ada. Saat ini peta perpolitikan di Indonesia sudah berubah, sehingga kekuatan utama adalah dari ulama dan umat Islam. Mesin partai Gerindra dan PKS jangan diabaikan, dan apapun yang terjadi, kedua partai itu sudah teruji mesin partainya. Mari kita ulangi kembali suksesi Pilkada DKI Jakarta di Kota Bogor,” ajaknya.

Sejauh ini, kata Nur Sukma, dirinya hanya membidik kendaraan PKS dan Gerindra. Akan tetapi komunikasi politik juga akan dilakukan dengan parpol lainnya di Kota Bogor. 

“Pencalonan saya mendapatkan pula dukungan penuh para kiai terkemuka dan ulama ulama kesohor di negeri ini, di antaranya KH Husni Tamrin, KH Didin Hafidudin, KH Arifin Ilham, KH Abah Raodl Bahar, KH Bahruddin, KH Dede Kardaya, Dr Martin, H. MS Kaban, KH Sarbini, KH Amir Mahrudin, KH Misbahul Anam, KH Adam Ibrahim. Di samping itu, dukungan juga datang dari 21 ormas dan tokoh-tokoh masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya. (dns)