Hallobogor.com, Bogor – Daniel Tumiwa, nama yang sudah tidak asing Iagi di dunia ekonomi digital Indonesia. Kini, ia resmi mencalonkan diri sebagai calon anggota Iegislatif (caleg) DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan (dapil) Jabar 3 Kota Bogor dan
Kabupaten Cianjur.

Di hadapan awak media pada halal bi halal PSI Kota Bogor di Joglo Keadilan, Parakan Salak, Kemang, Kabupaten Bogor, Jum’at (20/07/18), Daniel Tumiwa membeberkan visi revolusi digital bahi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini kita bergerak menuju revolusi digital dan Indonesia sangat bisa memanfaatkan era digital ini untuk kesejahteraan rakyat. Memecahkan beragam masalah, mengatasi persoalan jarak dan waktu dan juga membangun sistem antikorupsi dan anti-intoleransi,” katanya.



Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Fajar Riza UI Haq sebagai caleg DPR RI Dapil Jabar V Kabupaten Bogor dan Ketua Umum PSI Grace Natalie serta caleg DPRD Kota Bogor dari PSI Sugeng Teguh Santoso.

Mantan CEO OLX yang terlibat aktif dalam menyusun peta jalan (roadmap) ekonomi digital Indonesia ini menjelaskan, program kerja Presiden Joko Widodo dalam paket kebijakan ekonomi XIV, Membangun Pranata dan Ekosistem Perniagaan yang Iebih efisien menargetkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia tenggara pada tahun 2020, mendorong kreasi, inovasi dan invensi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda dan mendorong kepastian dan kemudahan berusaha dalam pemanfaatan e-commerce.

“Program Kerja Presiden ini harus diimbangi dengan aturan main yang tepat, jangan sampai malah menghambat. Perlu orang-orang yang paham hal ini di parlemen. Sebagai orang yang terlibat dari awal dalam menyusun arah ekonomi digital Indonesia, saya terpanggil untuk mengawalnya di DPR,” tegas Daniel.

Daniel Tumiwa memiliki karir profesional yang cukup panjang. Pernah menggeluti berbagai industri seperti media elektronik, BUMN penerbangan, dan platform perdagangan elektronik. Meski demikian, tidak membuat Daniel bebas dari kegelisahan yang mengisi hatinya.

“Saya menyadari betul bahwa meskipun saat ini ada platform teknologi yang bisa memudahkan orang untuk mengakses informasi dan berwirausaha, nyatanya masih banyak orang yang kesulitan untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Saya sungguh berharap pengetahuan dan pengalaman saya selama ini bisa memperbaiki kondisi tersebut,” ungkap dia.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Daniel menyontohkan keheranannya ketika mencari produk-produk khas Cianjur ternyata tidak dijual oleh pedagang-pedagang Cianjur. Data menunjukkan masih sedikitnya usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan kemajuan digital. Daniel mencatat, dari 55 juta UKM, yang masuk ke pasar online belum sampai 1 persen.

Dengan latar belakang ekonomi digitalnya, Daniel memang merasa harus dapat memberdayakan lebih banyak orang secara ekonomi. Program-program yang telah dirumuskan Daniel ke depannya akan banyak menyasar perempuan dan pemuda karena menurutnya dua kelompok inilah yang selama ini paling kurang mendapat perhatian.

“Beberapa kegiatan pemberdayaan akan kami lakukan. Program-program untuk masyarakat kota Bogor dan Cianjur ini kami bangun dengan semangat partisipatif, kolaboratif dan kreatif,” ujar Daniel. “Mari samasama membangun bangsa. Untuk kota Bogor dan Cianjur mari sama-sama membawa perubahan bersama Daniel Tumiwa”.(dns)