Hallobogor.com, Bogor – Kota Bogor menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang membuat gebrakan mengeluarkan aturan perwali pengaturan transportasi online. Beberapa bulan lalu, Bima Arya mengeluarkan aturan khusus terkait keberadaan ojek online. 

Lalu, bagaimana para pegiat ojek online menyikapi kepemimpinan Bima Arya?

Samela (33), seorang wanita yang berprofesi sebagai ojek online di Kota Bogor mengaku sangat mengapresiasi kinerja Bima Arya. Warga Bantarjati Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara inu menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Bima Arya di periode kedua.

Samela mengakui banyak perubahan yang terjadi di era kepemimpinan Bima. Bahkan, ia tak ragu menyebut beberapa perubahan yang sudah dirasakan masyarakat Kota Bogor, khususnya kemajuan fasilitas publik. Antara lain pedestrian seputar Kebun Raya, sejumlah taman-taman kota, Tepas Lawang Salapan dan lawang Suryakancana. 

“Saya kagum sama Kang Bima. Udah lama banget pengen ketemu. Alhamdulilah sekarang bisa ketemu dan foto bareng, seneng banget rasanya. Saya sangat berharap Kang Bima bersama Kang Dedie bisa terpilih nanti,” ujar Samela saat disambangi Bima – Dedie di kediamannya.

Selain harapan, Samela juga mengingatkan pasangan petahana tersebut agar lebih memperhatikan warga yang kurang mampu. Sebab, menurut dia, tak sedikit bantuan dari pemerintah yang tak sampai ke masyarakat.

“Untuk ke depan saya harap Kang Bima dan Kang Dedie bisa lebih memperhatikan masyarakat kurang mampu. Karena ibu saya orang gak mampu, banyak bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran. Saya minta ke depan bisa lebih diperhatikan,” harapnya.

Dalam kesempatan berbeda, terdapat sambutan yang berbeda pada gerilya di Bantarjati Kaum, khususnya untuk Dedie A Rachim. Di tengah orasinya, mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu diberikan kejutan oleh warga lantaran tengah memperingati hari kelahirannya. Wargapun mendoakan yang terbaik untuk pasangan Bima Arya itu. Selain diberikan kepada Bima Arya, potongan kue pertama juga ditujukan untuk salah seorang Kakek yang sudah berusia 109 tahun. 

Kemudian, rangkaian gerilya juga diakhiri pasangan petahana beserta rombongan menuju Masjid tertua di Kota Bogor, yakni Masjid Al Mustofa.

Bima Arya memutuskan kembali maju dengan Dedie A Rachim di Pilwalkot Bogor 2013. Keputusan Bima Arya menggandeng Dedie yang berlatarbelakang Mantan Pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi modal kuat Bima Arya untuk menertibkan birokrasi di Kota Bogor yang selama ini dinilai warga masih identik berbau korupsi dan kolusi. (cep)