Hallobogor.com, Bogor – Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Organda XII di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Sabtu (22/12/2018). Selain untuk memilih ketua dan pengurus baru Organda Kota Bogor periode 2018-2023, melalui Muscab ini Organda menegaskan kesiapannya untuk mewujudkan transportasi yang lebih baik di Kota Bogor.

Ketua Panitia Muscab, Ahmad Aswandi, yang juga anggota DPRD kota Bogor Fraksi PPP, mengatakan, berbagai regenerasi pergantian pengurus yang sifatnya lima tahun sekali ini mudah-mudahan melahirkan kepengurusan baru, karena tantangan Organda ke depan semakin sulit. “Dalam hal ini Wali Kota yang mempunyai agenda transportasi luar biasa, semoga bisa selalu berkoordinasi dengan Organda,” ujarnya.

Pada Muscab VII ini, Moch Ischak kembali terpilih ke empat kalinya sebagai ketua DPC Organda Kota Bogor periode 2018 – 2023 secara aklamasi.



Dalam kesempatan tersebut Moch Ischak mengatakan, dipilihnya kembali untuk memimpin Organda Kota Bogor merupakan sebuah amanah untuk yang keempat kalinya. Ia berharap dengan kepengurusan sekarang bisa lebih baik dari sebelumnya terutama menyangkut keberadaan transportasi umum di Kota Bogor.

“Kita akan menghadapi beberapa program, khususnya tentang tranportasi, seperti rerouting di mana saat ini belum berjalan sama sekali, padahal merupakan program prioritas Walikota dan ini yang harus disikapi bersama ke depan agar bisa dilaksanakan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal keberlangsungan program rerouting agar pengusaha angkot bisa lebih baik lagi. Begitu juga dengan program konversi angkot yang sering disampaikan olehnya dalam sebuah rapat.

“Saya beberapa kali dalam rapat menyampaikan bahwa kalau memang program (konversi) 3 angkot jadi 1 bis dianggap berat pengusaha tidak mampu membeli bus, kenapa tidak melalui 3 angkot jadi 2 angkot dulu. Setelah sekian tahun, baru 2 angkot jadi 1 bus,” papar Ischak.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan, penataan transportasi adalah program prioritas Kota Bogor selain penataan sampah, penaatan birokrasi dan pedagang kaki lima.

“Tahun depan untuk pertama kali dapat insentif daerah Rp41 miliar. Saya belum puas untuk transportasi karena merasa terhambat dan tersendat, konversi, rerouting ada dinamika yang luar biasa, dengan Dewan dan di lapangan,” ungkapnya.

“Saya melihat program pertama malah belum selesai, jadi saya ikhtiar terus, janji saya kan Bogor bebas macet dan menyediakan transportasi yang nyaman. Saya bilang ke Dishub, ini kunci utamanya yaitu komunikasi, kalau konsep sudah ada semua tinggal jalan dan aksi. Ada Perbedaan tapi kan harus menemukan titik selesainya. Kalau ini jalan semua akan diuntungkan,” sebutnya.

Menurut Bima, Kota Bogor bisa jadi pionir. “Dari segi kebersamaan sudah terbangun komunikasi dengan DPRD dan Organda, warga menunggu, pusat dan provinsi membantu, semuanya ada di kita mudah-mudahan ini awal yang baru, saya serahkan semuanya. Saya percaya Bapak Ischak masih bisa mengayomi Organda. Pesan saya jangan lelah berikhtiar, semua akan saya evaluasi, antara lain Dishub dan PDJT demi transportasi Kota Bogor yang lebih baik,” pungkasnya. (dns)