Hallobogor.com, Ciawi – Komunitas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menggelar penyuluhan bahaya narkoba terhadap ribuan pelajar SMK/SMA/MA se-Kabupaten Bogor. Kegiatan penyuluhan di 20 sekolah ini dimulai Selasa (18/7/2017) sampai Sabtu (22/7/2017).

Pada Selasa (18/7/2017), penyuluhan diawali di SMK Kusuma Bangsa Yastia, Jalan Veteran II, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi. Penyuluhan antinarkoba yang juga diikuti murid SD dan SMP ini dihadiri pula oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadi Wibawa.

Pelaksana Bidang Pelayanan Kepemudaan Dispora Kabupaten Bogor, Rudi Andriyanto, mengatakan, penyuluhan antinarkoba ini sudah merupakan program Dispora dan saat ini bekerjasama dengan P4GN.

“Kegiatan ini sudah tahun kedua. Kami juga melibatkan para kader P4GN hasil pembinaan Dispora dari tahun 2009,” katanya didampingi Kosasih kader P4GN sebagai salah satu narasumber.

Rudi menjelaskan, dalam penyuluhan tersebut berisi materi seputar pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak bahaya penyalahgunaan narkoba, cara pencegahan dan deteksi dini, serta tayangan film.

“Pelajar cukup antusias mengikuti penyuluhan ini. Di antara mereka sebagian pelajar sudah tahu dan ada juga yang belum soal narkoba. Melalui penyuluhan ini kami ingin memberitahu agar pelajar mawas diri dan diharapkan menyampaikan kembali ke keluarga dan temannya. Selain itu, kami setiap tahun ajaran baru pihak sekolah diharapkan bisa aktif mengadakan penyuluhan serupa,” papar Rudi.

Wakil Kepala SMK Kusuma Bangsa Yastia Bidang Kesiswaan, Firmansyah, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Cukup baik, karena biasanya program seperti ini dari Disdik. Tahun sebelumnya, pihak sekolah yang mengajukan ke BNN tapi sekarang P4GN yang mengajukan. Kami rutin tiap tahun ajaran baru menggelar sosialisasi dan penyuluhan antinarkoba,” katanya.

Firmansyah menjelaskan, penyuluhan ini sejalan dengan tujuan dan program kurikulum sekolah yakni membentuk karakter peserta didik baru, pendidikan sekolah sebagai rumah yang ramah bagi peserta didik, membentuk kesadaran hukum dan Undang-Undang Lalu Lintas, pengenalan ekstrakurikuler di sekolah serta literasi.

“Hasil evaluasi, dampak positifnya kami rasakan, seperti tidak ada murid kami yang pernah terjerat narkoba, tidak ada laporan, dan tidak pernah terkena razia satgas pelajar,” ujar Firmansyah. (cep)