Hallobogor.com, Bekasi – Proyek pengadaan pakaian dinas untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di Kabupaten Bekasi tengah menjadi sorotan. Pasalnya, anggaran seragam tahun 2017 mencapai miliaran hingga harga per satuannya kelewat mahal.

Center for Budget Analysis (CBA) mengemukakan, pada tahun anggaran 2017 Pemkab Bekasi melalui Badan Perlengkapan menjalankan program pengadaan pakaian dinas hitam putih. Program belanja pakaian dinas bagi 11.273 staf Kabupaten Bekasi serta 604 pejabat eselon II, III, dan IV dianggarkan sebesar Rp5,7 miliar lebih.

Dalam catatan CBA, pertama, program pengadaan pakaian dinas oleh Badan Perlengkapan Kabupaten Bekasi dipecah menjadi tiga paket proyek. Yaitu pengadaan bahan pakaian dinas harian putih, pengadaan bahan pakaian dinas harian hitam, dan pengadaan bahan pakaian dinas harian putih hitam untuk eselon II, III dan IV.

Hal ini diduga agar proyek bernilai miliaran rupiah bisa dijalankan dengan skema lelang sederhana. Mengacu pengalaman CBA, hal ini bisa menguntungkan beberapa Perusahaan favorit “langganan” oknum pemerintah.  

Kedua, tiga proyek di atas menghabiskan anggaran sangat fantastis “kelewat mahal”. Rinciannya; proyek pengadaan bahan pakaian dinas harian putih dimenangkan PT Pustaka Multi Talenta yang beralamat di Komplek Sawah Indah No. 49 RT.003/001 Kelurahan Larangan Selatan Kecamatan Larangan Kota Tangerang. Menghabiskan anggaran sebesar Rp2.488.000.000 untuk pengadaan 11.273 Pcs pakaian dinas putih. Berarti per Pcs nya dihargai sebesar Rp220.704. Angka ini sangat jauh lebih mahal jika dibandingkan tawaran terendah dari CV Pilar senilai Rp 1,4 m, atau Per Pcs nya dihargai Rp132.000. 

Proyek pengadaan bahan pakaian dinas harian hitam dimenangkan CV. Clarissa Perdana Jaya beralamat di Jl. Andir No. 26-A RT.010 RW.006 Kel. Ciroyom Kec. Andir Kota Bandung. Menghabiskan anggaran sebesar Rp2.455.259.400 untuk 11.273 Pcs, berarti Per Pcs-nya dihargai sebesar Rp217.800. Angka tersebut dua kali lipat lebih mahal jika dibndingkan tawaran terendah dari CV Pilar senilai Rp 1,4 m atau Rp 132 ribu per Pcs-nya yang lagi-lagi digugurkan beserta penawar terendah lainnya.

Proyek pengadaan bahan pakaian dinas harian putih dan hitam untuk Eselon II, III dan IV dimenangkan oleh CV. Nashfara beralamat di Jl. Pattimura 310 Kota Pasuruan Jawa Timr. Dengan anggaran sebesar Rp612.402.000, untuk pengadaan 1.208 pakaian dinas putih dan hitam, berarti satu pakaian dinas pejabat eselon ini dihargai Rp504.900, sangat fantastis.

Ketiga, CBA mencatat sedikitnya ditemukan potensi kerugian negara dalam proyek pengadan pakaian dinas yang dijalankan Badan Perlengkapan Kabupaten Bekasi senilai Rp2.138.810.975, Berdasarkan dugaan mark up (penggelembungan harga) dugaan tersebut diperkuat dengan dipecahnya proyek tersebut menjadi tiga paket.

“Center for Budget Analysis mendorong pihak berwenang khususnya kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk membuka penyelidikan ketiga proyek di atas. Kejari Kabupaten Bekasi harus memanggil jajaran pejabat pihak penyedia proyek seperti Pejabat Pembuat Komitmen. Selain itu sudah saatnya Bupati Neneng Hasanah ikut dipanggil untuk dimintai keterangan, karena dugaan permainan proyek ini berdasarkan catatan CBA selalu muncul setiap tahun dan dibiarkan begitu saja oleh Bupati Neneng Hasanah,” tegas Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman dalam rilisnya, Jumat (2/2/2018). (cep)