Hallobogor.com, Bogor – Keputusan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang merekomendasikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) menjadi calon Bupati Bogor 2018 dinilai sangat tepat.

Apalagi, adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Partai Golkar dengan Partai Amanat Nasional (PAN) semakin membuka peluang bagi Jaro Ade memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor 2018.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor Hidayat Royani, mengatakan, saat ini ada tiga idikator yang bisa dipegang Partai Golkar dalam memenangkan Pilkada Bogor 2018. 

Pertama, dari aspek legitimasi politik, yaitu adanya dukungan kuat dari struktur Partai Golkar mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat provinsi untuk menjadikan Jaro Ade menjadi Bupati Bogor periode 2018-2023, dan satu langkah lagi menunggu rekomendasi DPP Partai Golkar.

Kedua, aspek legitimasi yuridis yakni syarat pengajuan calon oleh partai politik (parpol) maupun gabungan parpol yang memiliki lebih dari 20% kursi di DPRD telah terpenuhi dengan adanya koalisi Golkar-PAN. Di mana Golkar saat ini memiliki 9 kursi di DPRD dan PAN 3 kursi. Total 12 kursi. Apalagi jika ditambah dengan parpol lainnya.

Ketiga, dari aspek legitimasi sosial yang dimiliki Jaro Ade relatif tinggi. Hal ini terlihat dari hasil survei beberapa lembaga survei ternama yang menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas Jaro Ade semakin tinggi elektabilitasnya dibanding calon lain dari tingkat lokal.

“Berangkat dari modal dasar tersebut, Insha Allah Jaro Ade memiliki peluang besar memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor 2018,” ujar Kang Dayat sapaan akrabnya.

Terlebih, sambungnya, komunikasi politik yang dibangun dengan parpol dan organisasi sosial lain relatif baik dan mudah diterima, sehingga tidak tertutup kemungkinan selain PAN akan ada parpol lain yang ikut mengusung Jaro Ade. 

“Kami sangat yakin dan tidak kalah penting, yakni Jaro Ade merupakan tipikal pemimpin yang dekat dengan rakyat dan tidak kenal lelah terjun langsung ke berbagai lapisan masyarakat,” bebernya. 

Menurutnya, Jaro Ade adalah figur ideal Bupati Bogor yang mampu mengatasi berbagai kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, serta masalah sosial di Kabupaten Bogor saat ini.

Hal senada dikatakan, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bogor, Permadi. Ia mengaku, PAN Kabupaten Bogor sudah sejak lama bersama-sama Partai Golkar menjalin komunikasi dan hubungan baik antara kedua parpol sejak Pilpres 2014. 

“Kami seluruh keluarga besar PAN Kabupaten Bogor sudah melakukan rapat pleno yang diperluas hingga ke tingkat kecamatan, dan seluruh pengurus menghendaki untuk berkoalisi dengan Partai Golkar dengan mengusung Jaro Ade menjadi Bupati Bogor,” tuturnya.

Terkait calon Wakil Bupati Bogor yang akan mendampingi Jaro Ade, Permadi mengaku akan menyerahkan seluruhnya kepada Jaro Ade.

“Mau dari internal partai, birokrat, atau akademisi yang penting soal Wakil Bupati Bogor, kami dari PAN dilibatkan dalam menentukan kebijakan tersebut,” tegasnya. (cep)