Hallobogor.com, Bogor – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Tamansari, Kabupaten Bogor, menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor Tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Tamansari, Kamis (8/3/2018).

Peserta yang menjadi sasaran sosialisasi adalah para pemilih pemula, remaja dan pelajar tingkat SMA dan sederajat.

Komisioner Panwascam Tamansari, Rohmat, mengatakan, pemilih pemula yang di antaranya para pelajar ini menjadi prioritas sosialisasi karena mereka adalah para pemilih yang masih rentan terpengaruhi oleh berita-berita negatif. Dampak dari berita-berita negatif tersebut, menjadikan mereka apatis terhadap pemilu.

“Sedangkan ketika kita lihat jumlah pemilih pemula di Jawa Barat mencapai 30 persen. Untuk itu kami rasa sangat penting mengajak para pemilih pemula ini agar lebih proaktif membantu mengawasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) agar tidak ada kecurangan. Sehingga menjadikan Pilkada yang bersih dan berintegritas,” jelasnya.

Selain melaksanakan sosialisai ke sekolah seperti ini, kata Rohmat, Panwascam pun sudah membuka Pusat Pengawasan Partisipatif Pengaduan Masyarakat di Kantor Sekretariat Panwascam Tamansari.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat Kecamatan Tamansari juga dapat ikut berperan serta dalam mengawasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah untuk menekan pelanggaran Pilkada,” kata Rohmat.

Fahmi Padhilah, salah seorang peserta sosialisasi dan pelajar SMA Negeri 1 Tamansari kelas XII IPS 2, mengatakan, acara sosialisasi ini sangat penting bagi anak muda di zaman sekarang. “Dengan mengikuti sosialisasi ini, kami pemilih pemula dapat mengenal bagaimana tata cara memilih dan mengetahui 

pelanggaran-pelanggaran apa saja dalam Pilkada ini, sehingga kita bisa ikut berpartisipati untuk mengawasinya,” ujarnya.

Diakhir acara sosialisasi, seluruh peserta menyepakati Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah yang bersih dan sehat tanpa adanya provokasi, kampanye hitam, politik uang, serta menyebarkan kampanye hoax di media sosial. (cep)