Hallobogor.com, Bogor – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, membuka secara resmi Seminar Kepariwisataan yang digelar Politeknik Sahid, di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (10/4/2019).

Dalam sambutannya Shahlan menuturkan, Disparbud Kota Bogor sudah lama menjalin kerja sama dengan Politeknik Sahid dan seminar kepariwisataan kali ini mengupas akselerasi pemasaran pariwisata di era revolusi industri 4.0.

Menurut Shahlan, pada era digitalisasi mau tidak mau, suka tidak suka, peran ini harus dilakukan. Disparbud Kota Bogor sendiri sudah melakukan pelatihan pemasaran marketing era digitalisasi. Ke depan di pasar pun nanti akan ada pemasaran digital seperti yang sudah dilakukan di Sukabumi, Bandung, dan Tasikmalaya.

“Di Kota Bogor sendiri saat ini belum ada pasar digital dan Insya Allah nanti kita akan ada pasar digital yang salah satu tujuannya adalah bagaimana para pelaku digital bisa memasarkan produk-produk melalui media sosial,” ujar Shahlan.

Shahlan menjelaskan, Kota Bogor memiliki visi menjadikan kota layak anak. Sedangkan misinya adalah, pertama menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu kota yang sehat, kedua menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang cerdas, dan ketiga menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang sejahtera. “Jadi harus sehat dulu dan cerdas baru akan sejahtera,” katanya.

Kepada peserta seminar Shahlan berharap agar mengetahui terlebih dahulu visi misi Kota Bogor yang di dalamnya ada sektor pariwisata, yaitu menjadikan Kota Bogor sebagai kota pariwisata industri kreatif dengan misi menjadikan Kota Bogor yang cerdas.

“Mudah-mudahan apa yang didapatkan dari seminar kali ini menjadikan salah satu bagian untuk meningkatkan pemasaran Kota Bogor. Kami harap pariwisata Kota Bogor ini jadi salah satu barometer. Perlu diketahui sektor pariwisata Kota Bogor menjadi penyumbang PAD terbesar, dari Rp 981 miliar, Rp 241 miliar diperoleh dari sektor pariwisata,” sebutnya.

Seminar Kepariwisataan kali ini mengambil tema “Akselerasi Integrated Marketing Communication (IMC) Pemasaran Pariwisata di Era Revolusi Industri 4.0″. Sementara peserta untuk peserta dari siswa SMK dan SMK se-Kota Bogor.

Sementara Jamaludin sebagai tokoh pariwisata Kota Bogor pada kesempatan ini memberikan materi tentang peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor yang pada tahun 2018 sebesar 7,8 juta, sementara untuk target tahun 2019 sebanyak 8,7 juta atau sekitar 15 persen kunjungan.

“Yang dikembangkan sementara ini yakni IMC kuliner, ekonomi kreatif dan Kopi Bogor sebagai produk unggulan untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor,” kata Jamaludin yang akrab di sapa Kang Jamal.

Untuk kulinernya, menurut Jamal, itu dari berbagai segmen, dari usaha kecil hingga yang sudah lama bergerak dalam usaha kuliner di Kota Bogor, salah satunya kedai kopi. “Kenapa kami angkat kopi sebagai produk kuliner, sebab kopi yang paling pesat perkembangannya di Kota Bogor dari peningkatan kedai kopi ini yang paling cepat dan banyak peminatnya dari berbagai kalangan, pungkasnya. (dns)