Hallobogor.com, Bogor – Perempuan Bogor Anti Korupsi (PBAK) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menginisiasi sebuah program berinama Gerakan Kami Sekolah Jujur. Program ini mengedepankan nilai serta prinsip kejujuran, transparansi dan akuntabilitas sehingga bisa membangun tata kelola sekolah yang baik, bersih dan bebas dari korupsi atau prilaku koruptif.

Ketua PBAK, Haniah Rahmah mengatakan, mengawali dan menandai peluncuran program tersebut akan diadakan seminar bertamakan Menciptakan Tata Kelola Sekolah Yang Bersih, Transparan dan Akuntabel, (27/01) besok di ruang rapat 1 Balaikota Bogor. “Ini merupakan satu gerakan yang menjadi satu budaya baru di bidang pendidikan, sehingga menumbuhkan semangat anti korupsi. Semua sekolah di Kota Bogor akan bangga dengan menjunjung tinggi nilai-nilai anti korupsi,” kata Haniah, seperti dikutip Halloapakabar.com, Selasa (26/01/2016).

Menurut Hania, korupsi saat ini sudah dianggap menjadi hal yang biasa. Berdasarkan temuan ICW sepanjang 2010-2015 Korupsi anggaran pendidikan mencapai Rp1,17 triliun dan Rp 55,6 miliar aliran suap. Bentuk korupsi yang paling umum adalah mark up harga barang saat tender dan pemotongan dana yang dikucurkan pemerintah. “Kami membantu mencegah korupsi di bidang pendidikan, agar data yang kami punya tidak terulang kembali. Kami sebagai masyarakat berkontribusi untuk mencegah itu,” jelasnya.

Peluncuran program sekaligus acara seminar akan diikuti peserta terdiri dari kepala sekolah, kepala tata usaha, bendahara termasuk ketua komite sekolah berasal dari 50 sekolah SD, SMP dan SMA/SMK ditambah 10 pengawas sekolah. “Ini bertujuan memberikan pemahaman mengeni korupsi, bentuk-bentuk korupsi, delik hukum dan penanaman nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi kepada warga sekolah,” katanya.

Sebagai langkah awal kedepan program ini akan ditetapkan empat sekolah yang menjadi sekolah percontohan program Gerakan Kami Sekolah Jujur yaitu SD Nageri Polisi IV, SMP Negeri 1 Kota Bogor, SMA Negeri 1 Kota Bogor dan SMK Negeri 1 Bogor. “Sekolah percontohan ini akan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan nilai-nilai anti korupsi,” tandasnya.

Sementara itu perwakilan Disdik Kota Bogor, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar, Arni Suhaerni menyambut baik dengan adanya program gerakan kami sekolah jujur karena membangun pendidikan karakter, tidak saja hanya mencerdaskan akademik. Yang menjadi fokus utamanya adalah warga sekolah. “Nantinya ada program tolak contek, tolak gratifikasi, edukasi guru dan siswa dan lainnya,” katanya.

Diharapkannya, masyarakat bisa satu visi dan misi dari Pemkot Bogor dan PBAK untuk program ini. Semua prilaku atau hal yang mengarah ke korupsi nantinya akan dikikis dan dihilangkan. “Harus ada sanksinya untuk guru atau kepala sekolah yang memang masih melakukan prilaku atau tindak korupsi. Sanksinya bagi guru status PNS sudah diatur sanksinya kan,” ungkapnya.

Sementara dalam acara seminar hadir para pembicara yang sksn memberikan materi kepada peserta, antara lain dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang diwakili, Prof. Arif Rachman sebagai tokoh pendidikan dengan membahas Good Governance dalam tata kelola sekolah, Insperktur 1 Itjen Kemendikbud, Karyaningsih membahas pengawasan dan pencegahan korupsi di sekolah, Pakar hukum FH UI Ganjar Laksmana tentang delik-delik korupsi dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jabar Dan Satriana tentang keterbukaan infomasi publik. (hrs).