Hallobogor.com, Bogor – Rampungnya pembangunan Pasar Tehnik Umum (Kemang) yang sudah beroperasi sejak tahun 2001 lalu hingga saat ini masih menjadi polemik. Bahkan, secara pengelolaannya, pasar tersebut belum diserahkan kepada Pemkot Bogor, dalam hal ini PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor.

Berdasarkan SK Wali Kota Bogor nomor 591.45-14/2012 yang pada 20 Desember 2012 lalu, berisikan ‘Penyerahan Pengelolaan Pasar Induk Kemang ke PD Pasar Pakuan Jaya’.

“Setelah dibangun selama enam tahun, maka Pasar Induk Kemang harus menyerahkan kepada Pemkot Bogor yang nantinya akan dikelola oleh kami (PD PPJ) karena di dalam kerja sama MoU-nya sudah habis,” ujar Syuhairi Nasution, Direktur Operasional PD PPJ, Kamis (9/2/2018) kemarin.

Pembangunan pasar yang dibangun sejak 2001 oleh PT. Galvindo Ampuh berhasil membangun kios sebanyak 1.200 unit. Namun sejak habisnya MoU pada 2007 lalu, PT. Galvindo belum juga menyerahkannya kepada PD PPJ.

“Alasannya karena kios yang ada belum terjual semua,” kata Syuhairi.

Persoalan yang semakin berkembang tersebut tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukannya pengelolaan oleh PD PPJ.

PDPPJ mengaku, dalam melakukan pengecekannya langsung ke Pasar Kemang beberapa waktu lalu, pihaknya merasa kecewa lantaran menimbulkan kesan penolakan dari pihak PT maupun Paguyuban Pasar.

“Pada saat itu penerimaannya begitu saja seolah berkesan menolak. Namun kami akan tetap berjuang untuk mengelola pasar tersebut,” ujarnya.

Syuhairi menambahkan, hasil pertemuan pada hari Kamis (09/02/18) yang dihadiri Muspika Kecamatan Tanah Sareal telah disepakati dan mendukung bahwa semua pengelolaan di pasar TU tersebut adalah PD PPJ. (dns)