Hallobogor.com,Bogor – PDAM Tirta Pakuan siaga penuh menghadapi cuaca ekstrim yang melanda Kota Bogor dan sekitarnya beberapa pekan terakhir. Petugas dari Direktorat Teknik secara rutin melakukan perawatan asset, memeriksa jaringan pipa dan mengecek kualitas air untuk menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan di musim penghujan ini.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, tiga hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menghadapi cuaca yang kurang bersabahat. Hujan deras menyebabkan banjir bandang di daerah hulu yang mengakibatkan kadar kekeruhan air baku meningkat signifikan.

“Kalau Sungai Cisadane di Ciherang Pondoh banjir, kemudian air dan lumpurnya masuk ke intake Ciherang Pondoh, maka kadar kekeruhannya bisa sampai 1000 NTU, padahal kondisi normalnya hanya 50-60 NTU. Saya minta jajaran Bagian Produksi agar memperhatikan kondisi ini,” ujar Deni dalam Briefing Staff di lingkungan PDAM Kota Bogor di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (11/02).



Begitu pula untuk jajaran Bagian Transmisi dan Distribusi (Transdis). Deni mengintruksikan bagian yang mengatur sistem pengaliran dan penanggulangan kebocoran ini agar lebih waspada ketika ada gangguan pelayanan, terutama saat level di Reservoir Pajajaran turun drastis akibat debit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng berkurang.

“Teman-teman Pengaliran harus waspada ketika level Reservoir Pajajaran drop, harus cepat mengatur aliran di jaringan distribusi. Tim penggulangan kebocoran pun harus segera memperbaiki pipa bocor ketika menerima laporan,” kata Deni memberi arahan.

Mantan Kepala Bagian Trandist ini mengingatkan jajarannya untuk siaga penuh, mengingat kondisi cuaca ektrim ini bisa berlangsung cukup lama.

“Saya dapat informasi, cuaca ekstrim seperti ini berlangsung hingga awal Maret. Jadi teman-teman tak boleh lengah sedikitpun,” pesan Deni. (dan).