Hallobogor.com, Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempercepat pembangunan dua proyek strategis dalam mendukung program penambahan kapasitas produksi. Ini dalam rangka upaya mengatasi gangguan pengaliran di beberapa wilayah di zona 3 dan 4.

Dua proyek strategis yang kini digarap PDAM, yakni optimalisasi Instalasi Pengolaan Air (IPA) Dekeng dari kapasitas 1.500 liter per detik (l/det) menjadi 1.800 l/det, dan pembangunan reservoir 5.000 meter kubik yang menjadi bagian dari proyek nasional Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Katulampa berkapasitas 300 liter per detik.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Syaban Maulana, mengatakan, optimalisasi IPA Dekeng dan SPAM Katulampa dikebut untuk mempercepat perbaikan pelayanan air bersih di beberapa wilayah, di antaranya Cimahpar, Cimanggu, dan Yasmin.

“Kami akui, masih ada beberapa wilayah di Kota Bogor yang belum terlayani PDAM 24 jam. Di (Kecamatan) Bogor Selatan masih ada laporan (gangguan) di Cikaret dan Gang Emad. Di Bogor Utara, ada laporan di Bantarjati, Bogor Barat di Cifor, Cijahe, Curug dan sebagainya,” papar Syaban Maulana, Rabu (3/1/2018).

Makanya, lanjut Syaban, PDAM menerima kritikan Walikota Bogor Bima Arya terkait pelayanan PDAM dengan lapang dada. Bima menyoroti pelayanan air bersih PDAM kepada masyarakat yang dirasa masih kurang maksimal, meski baru saja mendapat penghargaan dari Perpamsi.

“Bagi kami, berbagai penghargaan yang diraih sepanjang 2017 tidak untuk dibanggakan. Tapi untuk memotivasi para pegawai untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Bogor,” kata Dirtek.

Salah satu proyek penting yang sedang digeber PDAM Kota Bogor adalah Optimalisasi IPA Dekeng di Kelurahan Genteng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Yang dimulai awal November 2017, kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 1.800 l/detik kini sudah mencapai 55 persen.

“Optimalisasi IPA Dekeng 2 alhamdulillah sudah selesai, seluruh gutter sudah diganti. Kita sedang fokus pada pengangkatan selter untuk bak sedimentasi di IPA Dekeng 1, baru berjalan 5 persen. Jadi kalau ditotalkan, program optimalisasi IPA Dekeng sudah mencapai 55 persen,” jelas Ade Syaban.

Dirtek menjelaskan, ada kegiatan tambahan pada program optimalisasi IPA Dekeng, yakni perbaikan motorizer. Setelah diperbaiki, diharapkan maintenance pembuang lumpur itu akan lebih mudah. 

“Seluruh pengerjaan optimalisasi IPA Dekeng Insya Allah rampung pada Februari 2018. Sedikit di luar jadwal, karena ada giat perbaikan motorizer itu. Jadi sekalian saja, mengoptimalkan fungsi bak sedimentasi dan sistem pengolahannya, sekaligus memperbaiki pembuangan lumpurnya,” papar Ade.

IPA Dekeng merupakan instalasi pengolahan air bersih terbesar yang dimiliki PDAM Kota Bogor. Jika pengerjaan optimalisasinya tuntas, IPA ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.800 liter perdetik. Instalasi ini melayani kebutuhan air bersih untuk 115 ribu pelanggan di zona 3 dan 4 atau 73 persen dari total 156 ribu pelanggan PDAM Kota Bogor. (dns)