Hallobogor.com, Bogor – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor kini lebih maju setelah sekian lama menunggu Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Katulampa.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat mengecek pasokan air PDAM ke sejumlah wilayah di perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR) Taman Pajajaran Kota Bogor, Jum’at (17/5/2019).

Wakil Wali Kota melakukan kunjungan atau pengecekan secara langsung ini di luar agenda kerja Wakil Wali Kota, karena mendengar keluhan kaitan dengan pasokan air PDAM Kota Bogor ini bermasalah.



Ketika menyambangai salah satu rumah yang elevasinya tinggi Dedie Rachim menyampaikan keyakinannya bahwa dengan adanya SPAM Katulampa daerah yang elevasinya tinggi masih mendapatkan pasokan air yang baik di atas standar minimum pelayanan.

“Kita berikan apresiasi kepada Direksi PDAM atas upaya yang sudah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir ini, selain itu warga memberikan hal yang sama. Jadi cocok dan mudah-mudahan terus dipertahankan,” ujar Dedie.

“Selama ini memang PDAM menunggu selesainya SPAM Katulampa yang sanggup mengalirkan pasokan air 300 liter per detik,” tambah Deni Surya Senjaya, Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

PDAM sendiri masih memiliki pekerjaan rumah yakni, masih ada 7 persen masyarakat Kota Bogor yang belum merasakan pelayanan PDAM.

“Paling kami utamakan sekarang ini adalah sistem tidak diputus, yang artinya pipa atau saluran lama tidak diputus tetapi memakai sistem alternatif, sehingga pada saat terjadi pemeliharaan di Katulampa kita bisa melayani dari Cipaku dan Dekeng. Jadi itu sistem yang akan kami gunakan, jadi masyarakat bisa terpenuhi dari kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3),” ucap Dirut.

Untuk itu PDAM ke depannya memiliki program kerja atau rencana kerja pembangunan Water Treatment di Bogor Barat, Bogor Selatan diantaranya Rancamaya, Palasari, dan Cipinang Gading, juga pembangunan kolam retensi Cibuluh Kecamatan Bogor Utara yang menjadi sumber air baku. (bny)