Hallobogor.com, Ciawi – Pedagang kelontongan dan mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor melakukan unjukrasa menolak berdirinya Alfamart di Jalan Veteran-Tapos, Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (30/11/2016). Selain di Kantor Desa Banjarsari massa juga menggelar aksi di Kantor Camat Ciawi.

Di lokasi Kantor Desa Banjarsari massa berorasi dan memblokir jalan. Aparatur desa memilih kabur dan enggan menjawab keluhan masyarakat yang keberatan berdirinya Alfamart. Massa yang tak puas lantas konvoi menggunakan lima mobil dan 30 motor ke kantor Camat Ciawi.

Di kantor Camat, massa kembali berorasi. Massa juga sempat memblokir jalan setengah jam hingga arus lalu lintas macet.



Menurut Koordinator Aksi, Mukhsin, pedagang mengultimatum waktu satu minggu ke depan. “Kalau tidak ada tindak lanjut kami akan mengerahkan massa lebih banyak lagi. Ini persoalan perut, bagaimana nasib anak-anak saya kalau usaha saya bangkrut akibat kalah bersaing dengan toko modern,” ungkapnya.

Menurut salah seorang orator, Imam Wijaya, desakan pedagang yang ingin menutup minimarket milik Ny. Chitra itu karena proses izin lingkungan diduga kental dengan rekayasa.

“Hadirnya minimarket di setiap pelosok merupakan pembunuhan terhadap perekonomian pedagang lokal. Untuk itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Bogor tegas menutup Alfamaret yang ada di┬áDesa Banjarsari,” ujar Iman Wijaya.

Situasi mereda saat Camat Ciawi, Bambang Setiawan, bersedia menemui pedagang dan menggelar mediasi. “Kami tidak memiliki kewenangan untuk menutupnya. Namun, Muspika Ciawi akan menampung semua keluhan pedagang. Yang memiliki kewenangan penuh untuk menindak Alfamaret yang belum memiliki IMB ini adalah Satpol PP Kabupaten Bogor,” tegas Camat.(cep/dang/wan)