Hallobogor.com, Bogor – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Bogor. Pertemuan berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (8/8/2018).

Pertemuan yang dihadiri oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua FKP Dodi Rosadi dan LPM se-Kota Bogor membahas gangguan air PDAM kepada pelanggan di beberapa wilayah di Kota Bogor.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya, mengatakan, di tengah musim kemarau seperti sekarang produksi air baku berkurang. Air baku yang masuk hanya 1.550 liter/detik.

“Kami tidak bisa memaksakan air baku yang masuk harus 1.700 liter/detik, tetapi pada kenyataannya air yang masuk terukur hanya 1.550 liter/detik dan itu sangat kurang. Biasanya kalau air baku masuk 1.700 liter air setelah diolah yang dihasilkan hanya 1.500 liter air. Otomatis air yang didistribusikan ke pelanggan berkurang,” ucap Deni.

Selain itu, kata Deni, karena sistem yang digunakan adalah sistem gravitasi jadi level reservoar itu sangat berpengaruh.

“Daerah-daerah tinggi seperti wilayah Cimahpar, Tanah Baru, Sukaraja dan sekitarnya pasti akan terganggu karena kita masih memakai sistem gravitasi, bukan pompa,” katanya.

Dengan demikian, upaya-upaya telah dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan dengan melakukan pengerukan dan pembersihan di bak segmentasi air baku.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada kenaikan dan sudah bisa memproduksi banyak sampai 1.580 liter air, tapi masih ada yang mengalami gangguan yakni di daerah daerah tinggi,” tandasnya. (dns)