Hallobogor.com, Ciawi – Pelanggan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor zona Ciawi kembali mengeluh. Pasalnya, kerap kali pasokan air ke rumah mereka tak ngocor namun tetap harus membayar mahal.

“Tak tahu apa penyebabnya, aliran air dari PDAM ke rumah saya selama ini tak pernah teratur. Bahkan saya harus menunggu sampai larut malam namun air tak kunjung mengalir. Jelas selama ini saya merasa sangat kecewa terhadap pelayanan PDAM, padahal setiap bulan saya selalu tunaikan kewajiban saya sebagai pelanggan untuk membayar tagihan,” kata Dewi, seorang pelanggan PDAM warga Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi, seperti dikutip Halloapakabar.com.           

Menurut Dewi, dirinya merasa dirugikan karena jumlah pembayaran selalu tetap bahkan terkadang menbengkak. Padahal selama ini hanya mendapatkan “angin” dari kran. “Pembayaran tagihan jadi membengkak akibat kran selalu dibuka tutup dan yang keluar hanya angin sedangkan airnya tidak ada jadi kami banyak membayar angin saja,” keluhnya.

Hal senada dikeluhkan Asep, warga Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi. “Ya, benar tuh. Selama ini aliran PDAM tidak teratur. Sedangkan untuk kebutuhan mandi cuci keluarga sangat membutuhkan sekali aliran air dari PDAM karena di lingkungan kami tidak ada sumber air lain. Terkadang saya harus  membeli air isi ulang untuk kebutuhan mandi cuci. Saya pernah mengadukan keluhan ini melalui call center tapi jawabannya tidak sesuai dengan kenyataan,” tegas Asep.

Terpisah, Solihat, pelanggan PDAM Tirta Kahuripan warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin juga mengeluhkan pelayanan. “Saya juga merasa tidak puas dengan pelayanannya. Semula saya memasang PDAM saya berharap untuk lebih mudah mendapatkan aliran air, tapi selama saya menjadi pelanggan aliran airnya tak pernah teratur bahkan sering tak pernah mengalir. Akhirnya saya memutuskan berhenti jadi pelanggan, karena saya merasa percuma hanya membayar uang pokoknya setiap bulan sedangkan airnya tidak ada,” ungkapnya. (wan)