Hallobogor.com, Bogor – Pelayanan dan kinerja Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor, Yulia Jaya Nirmawati, dikeluhkan pengusaha. Penilaian tersebut dilontarkan pengusaha, Efri Jhonly, terkait sulitnya pengurusan perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) miliknya.

Padahal, kata Efri, SHGB itu telah resmi, baik dari sisi administrasi maupun hukum telah menjadi milik dirinya.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, menurut Efri Jhonly, dirinya pada Maret 2016 lalu ini telah melakukan pembelian atas lahan seluas 6.354 meter persegi dengan SHGB 310/Gudang dari Tanu Heryanto. Lokasinya di Jalan Surya Kencana, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.



“Karena kami sudah membelinya, jadi kami berhak untuk mengajukan perpanjangan SHGB atas lahan tersebut. Tapi sangat aneh ketika kami ingin memperpanjang SHGB tidak bisa dilakukan,” terang Efri Jhonly kepada wartawan di Bogor, Sabtu (3/9/2016).

Menurut Efri, alasan yang disampaikan oleh Kepala BPN Kota Bogor tidak masuk akal. Karena dirinya selaku pemilik sah atas lahan tersebut harus terlebih dahulu melakukan perdamaian dengan seseorang yang bernama Robby, yang sebenarnya tidak memiliki hak apapun atas tanah tersebut.

“Masa saya disuruh buat perjanjian perdamaian dengan pihak yang secara hukum tidak berhak atas lahan yang telah menjadi milik saya. Dan antara saya dan Robby pun tidak sedang berpekara dalam pengadilan,” terang Efri.

Karenanya, Efri merasa kecewa dengan Kepala BPN Kota. “Jadi saya berharap Kepala BPN Kota Bogor bisa bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Tidak mempersulit masyarakat seperti saya yang ingin mendapatkan hak atas atas lahan yang memang sudah menjadi milik saya, dengan alasan-alasan yang mengada-ada,” tandasnya. (cep)