Hallobogor.com, Bogor – Pembangunan proyek jalan layang atau ‘fly over’ di perlintasan sebidang rel kereta api Jl RE Marthadinata dimulai, Pemerintah Kota Bogor tetap membuka arus lalu lintas agar bisa dilalui oleh masyarakat.

“Tidak akan ada penutupan secara total, hanya ada penyesuaian-penyesuaian, jalan makin dipersempit,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto kepada awak media di Balai Kota Bogor, Kamis (1/11/2018).

Bima menyebutkan, pembangunan sudah berjalan, mulai dari pembebasan lahan, dan pembongkaran bangunan yang ada di pinggir jalan utama. Menurut Bima, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Kepolisian terkait penyesuaian arus lalu lintas selama proyek berlangsung.

“Kita berharap kalau warga sudah paham akan ada pembangunan. Pembangunan ini menuju Jl RE Marthadinata bebas hambatan, jadi ada masa pedihnya,” kata Bima.

Kepala PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, proyek senilai Rp97 miliar ini akan dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya, dengan PT Brantas Adipraya selaku kontraktor kerja.

“Kami memastikan pelaksanaan proyek tidak akan menganggu kondisi lalu lintas, tidak ada penutupan di lapangan,” katanya.\Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VI, Dirjen Cipta Karya, Hari Suko Setiono menyebutkan, pembangunan fly over RE Marthadinata adalah proyek yang ditunggu-tungguh oleh masyarakat Kota Bogor.

Proyek ini, lanjutnya, merupakan usulan dari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada Presiden dan disetujui jntuk dikerjakan melalui anggaran pemerintah pusat (APBN) dengan nilai Rp97 miliar.

Waktu pekerjaan selama 420 hari kalender kerja, atau sekitar 14 bulan, diperkirakan selesai pada Desember 2019 mendatang. “Tapi saya minta proyek ini dipercepat, tadinya dari 16 bulan menjadi 14 bulan, sekarang saya minta dimaksimalkan kalau bisa selesai November 2019,” kata Hari.

Manajer Proyek PT Brantas Adipraya, Zulfikar menyebutkan, total panjang jalan layang yang akan dibangun sepanjang 480 meter, dengan tinggi dari jalan 6,5 meter.

“Untuk bulan November ini kami memulai pekerjaan di sisi kiri kanan jalan utama, sehingga selama pengerjaan arus lalu lintas tetap bisa berjalan,” katanya.

Zulfikar menambahkan, ada dua jalan alternatif yang disiapkan untuk warga yang akan melintas selama proyek dikerjakan yakni Jl Tentara Pelajar, Merdeka, Dramaga Bohor, H Juanda, dan Jenderal Sudirman.

Jalan alternatif kedua yakni Ahmad Yani, Sudirman, Pajajaran, Otto Iskandardinata, Djuanda, Dramaga Bogor, Merdeka dan, Tentara Pelajar. (lai)