Hallobogor.com, Ciawi – Sebagai etalasenya Kabupaten Bogor di sebelah selatan, penataan kawasan Kecamatan Ciawi masih menuai kritikan masyarakat. Selain kumuh akibat maraknya PKL yang berjejer di trotoar jalan, antrean kendaraan angkutan umum pun menjadi satu pemandangan yang tak sedap.

Kesemrawutan kawasan Ciawi tidak lepas dari persoalan minimnya sarana penunjang, yakni belum tersedianya terminal. Padahal berbagai trayek angkutan umum baik AKDP atau AKAP, angkutan umum kecil seperti angkot, minibus, hingga bus setiap hari mangkal di sekitaran Perempatan Ciawi. Karena tak ada terminal, akhirnya memakan sebagian badan jalan yang menyebabkan kemacetan, baik jalur ke arah Sukabumi maupun jalur Puncak.

Camat Ciawi, Bambang Setiawan, mengatakan, banyak pembangunan infrastruktur di wilayah Ciawi yang masih menjadi pekerjaan rumah cukup besar, salah satunya pembangunan terminal yang selalu diajukan dalam setiap Musrenbang tingkat Kecamatan Ciawi “Yang selalu jadi persoalan adalah ketersediaan lahannya. Tapi alhamdulillah lahan untuk terminal sudah ada berlokasi di wilayah Desa Ciawi yang Insya Allah untuk pembangunannya akan menjadi prioritas,” ujarnya.

Mengenai relokasi pedagang kaki lima (PKL), kata Bambang, akan dilakukan dengan bekerjasama dengan PD Pasar Tohaga. “PKL Ciawi akan direlokasi ke lantai atas Pasar Ciawi yang masih kosong,” ujarnya. (wan)