Hallobogor.com, Bogor – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu-Pere) telah menyelesaikan pembayaran ganti untung pembebasan lahan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) untuk warga Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor senilai Rp43 miliar.

Total dana dibayarkan Kemenpu-Pere untuk dua bidang yang tersisa, dimiliki oleh 24 kepala keluarga. Harga tanah yang dibayarkan berkisar rata-rata antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per meternya.

Perwakilan Kementrian-PU melalui Bidang Pengadaan Tanah, Bambang Suharto menjelaskan, pembebasan lahan tol Bocimi di Kota Bogor telah rampung 98 persen, yang salah satunya termasuk wilayah Sindangrasa. “Proses pembebasn lahan tol Bocimi untuk Kota Bogor telah selesai 98 persen, dua persen adalah aset milik pemerintah daerah dan satu masjid yang sedang menunggu rislah,” ujar Bambang usai menyerahkan pembayaran pembebasan lahan tol Bocimi untuk warga Sindangrasa di Hotel R, Rancamaya, Kota Bogor, Jum’at (13/11).

Dikatakan Bambang total untuk pembangunan jalan tol Bocimi yang menghubungkan Bogor-Ciawi-Sukabumi dengan panjang jalan 54 km, terdapat 33 hektar lahan di Kota Bogor, sedangkan yang terkena dampak diwilayah Kabupaten Bogor seluas 80 hektar. “Pembangunan dilakukan dalam empat tahapan. Untuk seksi pertama sepanjang 14 km menghubungkan Ciawi hingga Cigombong dan ditargetkan 2017 pembangunan tol Bocimi sudah beroperasi,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, dari dua kecamatan dan lima kelurahan, di Kota Bogor yang telah selesaikan proses pembebasan lahan tol Bocimi. Hanya saja, kata Ade, ada dua gedung milik Pemerintah Kota yakni, Sekolah Dasar (SD) dan Puskesmas yang rencananya akan minta rislah.

Ade juga mengatakan, mengenai bangunan SD dan Puskesmas yang akan terkena pembebasan, Ade berencana untuk meruislaghnya. Namun, menurutnya, kedua bangunan milik Pemkot tersebut pasti tidak akan menjadi kendala utama, pasalnya proses pembebsan sendiri sudah berada ditahap akhir”Sekarang saja 24 warga sedang mengurus pembayarannya. Bahkan ada warga yang minta uang cash, untuk bangunan Pemkot saya akan minta rislah ke Kementrian PU,” tandasnya. (dani)