Hallobogor.com, Jakarta – Kementerian komunikasi dan informatika (Kominfo) telah membuat penyataan yang mengejutkan mengenai pemblokiran game yang kini sedang hits di kalangan masyarakat mulai dari anak remaja, dewasa hingga publik figur ini.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, , game yang sedang hangat di perbincangkan ini akan di blokir oleh pihak pemerintah melalui Kemkominfo. Dan pemblokiran ini telah melewati berbagai pertimbangan disebabkan game ini dianggap membahayakan bukan hanya pemain/penggunanya namun masyarakat sekitar ketika digunakan di jalan raya.

‘Berbahayanya’ Pokemon Go itu sendiri karena banyaknya masyarakat yang bermain saat sedang mengemudi, atau sedang berjalan di jalan raya tanpa menghiraukan keselamatan diri, semuanya demi mencari Pokemon agar tidak kabur.

Pihak pemerintah pun menghimbau agar masyarakat untuk berhati-hati saat mengoperasikan permainan tersebut. Terutama karena permainan virtual ini mewajibkan pemain untuk bermain di luar ruangan. Ada baiknya ketika berkendara untuk tidak menggunakan aplikasi ini agar tidak terjadi kecelakaan ,dan bagi pengguna yang berjalan kaki sebaiknya selalu waspada saat sedang bermain aplikasi ini agar tidak membahayakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

“Game ini memang mengasyikan dan membuat badan bergerak itu adalah dampak positifnya, namun saya pun pernah mendengar bahwa game ini membahayakan bagi yang benar-benar kecanduan game ini hingga tidak melihat kondisi sekitar lingkungannya yang berakibat fatal bukan hanya diri sendiri tapi masyarakat lain” ,Menurut pendapat masyarakat.

Dan peringatan untuk para pemain pokemon go untuk bermain sesuai tempat dan waktu. Karena pada akhirnya yang akan di rugikan adalah diri sendiri. Dan pemerintah tidak mau sampai kejadian-kejadian yang terjadi di luar negeri terjadi di indonesia seperti menabrak bahkan sampai diculik. Maka peran publik sendiri untuk mawas diri sangatlah penting , Namun bila aplikasi ini benar-benar telah membahayakan masyarakat maka aplikasi ini bisa saja diblokir oleh pemerintah. (rnr)