Hallobogor.com, Megamendung – Para pemilih pemula seperti kalangan pelajar tingkat SMA di Kabupaten Bogor sepertinya mulai bisa memilah dan memilih calon pemimpinnya pada Pilkada 2018. Sejumlah pemilih pemula menyatakan lebih suka memilih pemimpin laki-laki dibanding perempuan.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan penyuluhan tentang pentingnya etika politik yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor, di Hotel Accram, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin-Rabu, 5 Maret 2018.

Penyuluhan ini menghadirkan pemateri Kayimudin dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirojul Falah Bogor. Sedangkan peserta diikuti 43 siswa dari berbagai perwakilan sekolah tingkat SMA sederajat se-Kabupaten Bogor.

Salah satu peserta dari SMAN 1 Tamansari, Ulpa Andini, mengatakan, pelatihan seperti ini sangat penting bagi para pemilih pemula seperti dirinya. Karena, selain bisa menambah wawasan tentang politik khususnya etika berpolitik kegiatan ini pun sebagai bekal penting untuk dapat memilih pemimpin pada Pilkada 2018. 

“Dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan, nantinya kita bisa menyampaikannya lagi ke keluarga atau ke teman-teman lain yang tidak ikut dalam pelatihan ini,” katanya.

Menurut Ulpa Andini, dirinya dan teman-teman remaja selaku pemilih pemula lebih menyukai pemimpin laki-laki. “Saya dan teman-teman kebanyakan lebih suka pemimpin laki-laki, karena dalam kepemimpinannya laki-laki akan lebih memiliki tanggung jawab lebih besar,” tukasnya.

Ulpa Andini juga berharap dengan terpilihnya pemimpin baru di Kabupaten Bogor nanti maka akan terjadi pemerataan pembangunan di semua wilayah. “Menurut saya saat ini pembangunannya belum merata seperti terlihat salah satunya masih banyak jalan-jalan yang rusak,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Politik pada Kesbangpol Kabupaten Bogor, Sujana, mengatakan, kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar pemilih pemula khususnya kalangan pelajar dan masyarakat umum agar bisa berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Karena mereka, pelajar, jadi icon, agar jadi corong di tempat mereka. Baik di sekolah maupun di tempat mereka tinggal agar meningkatkan pemahaman politik sehingga akan menjadi pionir-pionir politik di masa depan. Mudah-mudahan mereka tidak golput,” harapnya. (wan)