Hallobogor.com, Cisarua – Para pemilik dan sopir seribuan angkutan kota (angkot) di wilayah Cisarua, Ciawi, Cijeruk dan Caringin, kini tengah resah. Mereka menolak pengurusan izin trayek dan STNK melalui koperasi. 

Bahkan, berkembang informasi bahwa yang lebih memberatkan lagi, setelah diurus trayek tersebut akan berpindah nama menjadi atas nama koperasi. 

Jika itu diberlakukan demikian, kondisi angkot trayek 02 jurusan Cisarua-Sukasari, Cibedug-Sukasari dan Cicurug-Sukasari,  banyak yang izin trayeknya bakal kadaluarsa. Selain itu, pajak dari angkot dikuatirkan tidak terserap oleh pemerintah. Bahkan, bukan hal yang tidak mungkin jika pengurusan trayek dan STNK tetap harus melalui koperasi, tidak sedikit para pemilik angkot akan merubah identitasnya menjadi kendaraan pribadi.



Pada Rabu (30/9), ratusan pemilik angkot di wilayah Cisarua dan di jalur Bocimi menumpahkan unek-uneknya dengan melakukan protes, akan tetapi cukup santun. Mereka hanya menyerukan keluh kesahnya dengan memasang spanduk di pinggir jalan. 

“Kondisi narik angkutan kota sekarang ini tengah terpuruk. Coba jangan dibebankan lagi oleh hal hal seperti ini. Kami bukannya menolak koperasi. Keberadaan koperasi cukup bagus dan kami dukung. Tetapi untuk kepengurusan trayek dan STNK yang namanya akan berganti menjadi nama koperasi yang mengurusnya, itu keberatan bagi kami. Dan kini kami melakukan protes dengan memasang spanduk di pinggir pinggir jalan,” ujar Herman, salah satu pemilik angkot di Megamendung. 

Aksi yang dilakukan para pemilik angkot kemarin, sama sekali tidak mengganggu ketertiban umum, bahkan armada angkutan itu tetap beroperasi seperti biasa. Hal ini menjadikan, masyarakat pengguna angkot tetap tidak terganggu.(Dang)