Hallobogor.com, Ciawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) dan Bagian Aset memberikan lampu hijau program pembangunan jalan tembus antardesa atau kecamatan. Seperti dilaporkan Kepala UPT Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) Wilayah Ciawi, Eko Sulistyo, masih banyak ruas jalan desa yang belum tersambung antardesa/kecamatan.

“Dalam rapat koordinasi (rakor) dengan pihak kecamatan dan para kepala desa serta ketua BPD di Kantor Kecamatan Caringin, Rabu tanggal 21 Oktober 2015 lalu, para kades menginginkan agar jalan antardesa bisa tersambung dengan baik. Nah, hasil dari rakor tentang pembenahan jaringan jalan ini sudah mendapat respons bagus dari DBMP dan Bagian Aset,” ungkap Eko Sulistyo.

Lampu hijau dari Pemkab ini, kata Eko, tinggal ditindaklanjuti. “Nanti akan disurvei dulu mana jalan yang paling berpotensi dan prioritas untuk disambungkan. Kami akan cek panjang dan lebarnya,” ujarnya.



Menurut Eko, pengajuan masyarakat melalui Pemdes akan lebih baik jika telah dilengkapi dengan data dan legalitasnya. “Kan bagus kalau warga sudah siap menghibahkan tanahnya untuk pelebaran jalan, karena anggaran pembebasan makan biaya besar. Akan tetapi untuk mempermudah dalam memperjuangkannya, Pemdes harus menyiapkan surat hibah dari masyarakat,” katanya.

Eko mengemukakan, selama ini berdasarkan aturan pembangunan atau peningkatan jalan dan jembatan yang dibiayai APBD diprioritaskan bagi jalan atau jembatan yang berstatus jalan milik kabupaten. “Jadi kalau jalan atau jembatannya berstatus jalan milik desa jadi kendala tersendiri. Makanya setiap desa bisa memanfaatkan Dana Desa. Hanya saja kami menghimbau agar pembangunan atau peningkatan jalan dan jembatan sesuai standar kebinamargaan maka setiap Pemdes bisa berkonsultasi sebelumnya dengan kami pihak UPT. Kami siap membantu,” tegasnya.

Ia pun sedikit menyayangkan, sebab sejak Rakor digelar belum ada kades yang datang berkonsultasi. “Saya hanya menawarkan diri karena peduli. Saya dukung keinginan warga desa, tapi sementara ini belum ada yang datang,” ungkap dia.

Sekadar informasi, ada sekira 173 kilometer dan 23 ruas jalan di wilayah UPT TJJ Ciawi yang baru terinventaris milik kabupaten. Sedangkan lebarnya cukup bervariatif antara 4-9 meter. (cep)