Hallobogor.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendaftarkan Indikasi Geografis (IG) untuk produk kopi asli Bogor ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, agar tidak diakui daerah lain.

“Sudah tiga tahun ini kita juga galakan dan kembangkan perkebunan kopi dari Kabupaten Bogor,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, di Bogor, Senin (11/2/2019).

Siti Nurianty mengatakan pihaknya sedang mengajukan Indikasi Geografis kopi Kabupaten Bogor, sejak Desember 2018. Tujuan mendaftarkan produk kopi ke Ditjen Kekayaan Intelektual untuk mengenalkan kepada seluruh masyarakat bahwa Kabupaten Bogor memiliki hasil kopi tersendiri dan tidak diakui daerah lain.



“Kalau sudah keluar IG Kopi Kabupaten Bogor diharapkan bisa meningkatkan pendapatan para petani kopi dan petani lain di wilayah pemerintahan ini,” kata dia.

Selama ini Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor telah melakukan pembinaan kepada petani kopi. Bahkan kata dia, kopi asli Kabupaten Bogor ini ikut kompetisi di tingkat nasional dan internasional untuk mengetahui kualitas kopi tersebut.

“Walhasil kita dapat juara di nasional di ajang kompetisi Kopi Spesial di Indonesia Robutsa dan mendapatkan penghargaan di Paris, Prancis,” katanya.

Kopi yang mendapatkan penghargaan di Paris dari wilayah Suka Makmur. “Jadi kopi Kabupaten ini diakui dunia,” paparnya.

Siti Nurianty menambahkan perkebunan kopi di Kabupaten Bogor, tersebar di sembilan kecamatan dengan total luas lahan 5.000 hektar.

Perkebunan kopi ini dikelola oleh kelompok tani. Para petani itu rata-rata mengelola lahan perkebunan milik Perum Perhutani.

“Permusim kita hasilkan sekitar 2.000 ton kopi di sembilan kecamatan wilayah Kabupaten Bogor,” kata Siti Nurianty. (mfd)