Hallobogor.com, Cibinong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat mengemas kegiatan bagi pelaku usaha dan usaha menengah kecil mikro (UMKM) sebagai bentuk peningkatan daya tarik produk yang bersumber pada hewan.

“Kegiatan itu adalah Festival Produk Hewan asuh (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Ini adalah peran aktif pemerintah untuk mengenalkan bahwa Kabupaten Bogor juga memiliki masyarakat yang kreativitas dan mampu berwirausaha,” kata Bupati Bogor, Nurhayanti di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Selasa (11/12/2018).

Mwnurut dia, ada dua aspek yang sama pentingnya, yakni peningkatan konsumsi pangan bergizi serta pemasyrakatan dan pengembangan produk hewan bersumberdaya lokal.



Itu sejalan dengan besarnya potensi peternakan pada daerah setempat yang sangat beraneka ragam dan berdaya saing tinggi.

Hal tersebut sebenarnya dapat terlihat dari kinerja peternak antara lainnya mulai dari pembibitan ternak, budi daya sampai pada tingkat pengolahan hasil ternak.

Mengonsumsi protein hewani secara tepat, pasalnya dapat meningkatkan kualitas gizi. Sehingga berpotensi meningkatkan kesehatan, kecerdasan dan produktivitas kerja masyarakat.

“Untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal, tentunya penyediaan produk hewan harus memenuhi kriteria yang Asuh,” katanya.

Ia mengemukakan, dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan peran lumbung penghasil komoditas peternakan yang Asuh tersebut, Kabupaten Bogor dihadapkan pada berbagai tantangan dan permasalahan.

Ini terutama berkaitan dengan jaminan keamanan dan kelayakan produk hewan yang dihasilkan. Pasalnya dalam pengolahan akan menghadapi berbagai kesulitan, khususnya pengecekan bahan yang di mana sebagai tolak ukur atau kelayakan pada saat dikonsumsi oleh masyarakat luas (pembeli).

Permasalahan dan tantangan tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah dan tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini, peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator,” katanya.

Selain itu pemerintah daerah juga harus melakukan fungsi dan sebagai peran produsen untuk menghasilkan produk yang aman, layak dan berdaya saing.

Serta peran konsumen untuk selektif memilih dan memilah produk yang aman dan layak konsumsi. Ini diharapkan dapat memberikan satu masukan agar tidak terjadi hal-hal yang kurang tepat.

Nurhayanti berharap festival produk hewan yang asuh ini menjadi barometer dalam meningkatkan edukasi masyarakat untuk mengenali dan mengonsumsi produk hewan asuh serta sebagai sarana mempromosikan berbagai produk hewan yang dihasilkan dari unit usaha dan UMKM pada daerah setempat. “”Ini tentunya harus mempunyai rencana inovasi maupun pengembangannya di masa mendatang dengan menyesuaikan daya cerna, daya terima dan daya beli masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Siti Farikah mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan edukasi, informasi serta minat masyarakat Kabupaten Bogor dalam mengkonsumsi produk hewan yang aman.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan edukasi, informasi serta minat masyarakat Kabupaten Bogor dalam mengonsumsi produk hewan yang ASUH serta sebagai sarana mempromosikan berbagai produk hewan yang dihasilkan dari unit usaha dan UMKM, katanya.

Ia juga menambahkan, tema yang diambil pada kegiatan ini adalah Siap Menyambut Persaingan Global. Itu sebagai bentuk kegiatan dalam menyambut persaingan global.

Dan juga sebagai gambaran telah terpenuhinya jaminan kualitas serta daya saing dari produk hewan yang dihasilkan dari perusahaan UMKM di Kabupaten Bogor dalam menghadapi perdagangan global.

Tidak hanya itu, kegiatan festival produk hewan asuh ini diikuti 36 peserta dan berasal dari berbagai perusahaan maupun UMKM produk hewan yang menjadi binaan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.

Tentunya ada yang telah memiliki prestasi, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, serta beberapa diantaranya sudah memiliki pemasaran ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri.

“Unit usahanya meliputi usaha daging dan olahan daging, susu dan olahan susu, ikan dan olahan ikan, telur dan olahan telur, maupun berbagai jenis produk hewan lainnya, kata Siti. Demikian, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (fjr)