Hallobogor.com, Kota – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menaikkan pajak penerangan jalan umum (PJU) dari saat ini 3 persen menjadi 5 persen lebih. Karenanya, Pemkot akan segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) PPJU.

“Dibanding kota-kota lainnya, pajak PJU Kota Bogor tergolong kecil. Bekasi saja sudah 5 persen,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Irwan Riyanto, kepada Hallobogor.com, Selasa (28/7).

Irwan menjelaskan, rendahnya penerimaan pajak PJU menyebabkan masih banyak kawasan-kawasan tertentu di Kota Bogor yang belum terpasang lampu PJU dan masyarakat masih terus antre mengajukan pemasangan PJU. “Target kami ke depan terpasang 30 ribu titik lampu PJU terlebih ada program Bogor Caang. Saat ini baru terpasang15 ribu se-Kota Bogor,” kata Irwan.

Selain itu, kata dia, rendahnya penerimaan pajak PJU yang tak sebanding dengan permintaan masyarakat tersebut menyebabkan Pemkot Bogor selalu nombok membayar pajak PJU ke pihak PLN. Saat ini saja Pemkot Bogor rutin membayar pajak PJU ke PLN Rp1,2 miliar dan setiap bulan terus naik.

Menurut Irwan, apabila revisi Perda PPJU disetujui oleh DPRD dan penerimaan PPJU naik jadi 5 persen lebih, maka diperkirakan akan bisa sebanding untuk menutupi biaya operasional pemasangan baru PJU berikut pemeliharaannya.

Dijelaskannya, pemasangan baru lampu PJU tergolong cukup mahal. Irwan menyontohkan, biaya PJU di sekeliling Kebun Raya Bogor (KRB) saja menelan biaya Rp20 miliar untuk tiang, biaya pemasangan, pembelian lampu LED, termasuk instalasinya. “Satu tiang bisa menelan biaya Rp6 jutaan. Semuanya DKP yang melaksanakan, PLN hanya mengaliri listriknya. Maka yang kami prioritaskan adalah permintaan masyarakat,” ujarnya. (cep)