Hallobogor.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menyuguhkan fasilitas publik yang menarik. Pedestrian sepanjang 4,2 km yang melingkari Kebun Raya dan Istana Bogor telah diresmikan penggunaannya, Minggu (15/1/2017).

“Ini trek yang sangat pas untuk berolahraga dengan cuacanya yang nyaman,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya usai meresmikan penggunaan pedestrian tersebut di ruas Jalan Pajajaran bersama seluruh unsur pimpinan Muspida Kota Bogor.

Selain dapat difungsikan untuk para pejalan kaki, pedestrian ini memang cocok juga jika dimanfaatkan untuk berlari dan bersepeda. Bahkan untuk warga difabel. Sebab pedestrian tersebut memang sudah dilengkapi jalur khusus pesepeda dan jalur bagi para difabel.

Dengan pemandangan sekelilingnya yang asri, bersih dan nyaman, pedestrian memang cocok dinikmati sekaligus sebagai sebuah objek wisata. Tak heran jika Bima mengajak para wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor untuk ikut menikmatinya.

“Warga dari luar Kota Bogor silahkan untuk datang dan bermalam, kemudian nanti bisa menikmati pedestrian ini di lingkar istana dan Kebun Raya Bogor,” katanya.

Peresmian tersebut sekaligus dimanfaatkan Pemkot Bogor untuk mendeklarasikan, mengenalkan, dan mengumumkan, Kota Bogor sebagai kota untuk para pelari (city of runners).

Tak hanya nyaman untuk melakukan aktifitas olahraga, pada pedestrian menelan anggaran sebesar Rp 32 miliar bersumber dari DAK ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung untuk memanjakan warga.

Menurut Bima, Pemkot Bogor menyediakan fasilitas jaringan internet gratis (free wifi) di beberapa titik lokasi sepanjang jalur tersebut. Juga nantinya akan ada kios di sejumlah titik, yang menjual aneka makanan dan minuman.

Selain itu telah dipasang tempat-tempat sampah dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga.

“Ada pula tim patroli yang akan berkeliling. Tim ini dinamakan Tim Kancil yang merupakan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian. Mereka akan berjalan kaki atau menggunakan sepeda segway,” jelas Bima.

Oleh karena itu, dia menegaskan, kawasan pedestrian seputar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor harus steril dari para pedagang kaki lima dan aksi vandalisme.

“Pedestrian ini akan terus disempurnakan termasuk fasilitas pendukung untuk disabilitas. Nanti patok-patok yang sudah terpasang akan diganti dengan leter S. Jadi sepeda motor tidak bisa masuk, tapi sepeda dan kursi roda bisa masuk,” Bima menandaskan. (ris)