Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut mendalami kasus penusukan siswi SMK Khatolik Baranangsiang guna menelusuri aspek lain selain faktor keamanan, untuk langkah antisipasi ke depan.

“Saya mencoba mendalami lingkungan ini (lokasi kejadian). Untuk antisipasi kami dari Pemkot Bogor hal-hal yang perlu kita lakukan koordinasikan lebih baik ke depan,” kata Bima usai meninjau lokasi kejadian penikaman di Jln. Riau, Bogor, Jabar, Rabu (9/1/2019).

Bima mendatangi tempat kejadian perkara yang menjadi lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahaya Rejeki (18) di sebuah gang kecil menuju Jln. Riau.



Lalu mendatangi pemilik kos tempat korban tinggal yang berjarak kurang dari 100 meter dari lokasi kejadian perkara.

Selanjutnya mendatangi sekolah SMK Khatolik Baranangsiang tempat korban menempuh pendidikan yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian.

Menurut Bima, kejadian penusukan tersebut bukan sekadar soal keamanan melainkan aspek pendidikan dan pembinaan.

“Bagi kami aspeknya bukan sekadar aspek keamanan saja, tapi juga aspek pendidikan dan pembinaan,” ucap Bima.

Langkah selanjutnya, Bima mendukung upaya kepolisian agar segera menangkap pelaku kejahatan yang diduga bukan karena motif perampokan, tetapi dikenal oleh korban.

Sementara itu dikalangan sekolah, korban Andriana dikenal sebagai siswi yang pintar dan aktif berorganisasi, menjadi pengurus OSIS, serta berprestasi.

Korban juga tidak memiliki permasalahan di sekolah, mengikuti pembinaan di sekolah dengan baik dan santun dalam bergaul.

“Tidak pernah terlibat masalah di sekolahnya. Pembinaan di sekolahnya berjalan dengan sangat baik,” tutur Benedikta Sarumaha, Guru Bahasa Indonesia SMK Baranangsiang.

Rabu pagi tadi, jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Bandung atas permintaan keluarga.

“Jenazah diberangkatkan subuh tadi pagi, pihak keluarga akan memakamkannya di Bandung,” kata Benedikta.

Kasus penusukan siswi SMK Khatolik Baranangsiang Kota Bogor ini membuat geger warga sekitar, kejadian penusukan terekam di kamera pemantau milik pengurus RW setempat, dan wajah pelaku terlihat. Demikian, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (lai)