Hallobogor.com, Bogor – Masyarakat pengguna jalan Regional Ring Road (R3) di Kota Bogor bersyukur. Jalan yang sempat diblokir oleh pemilik tanah sejak 16 Februari 2018 lalu kini dibuka dan dapat dilintasi kendaraan secara normal mulai Kamis 8 Maret 2018. 

Gunungan batu gamping yang menghalangi dua lajur Jalan R3 kini dibersihkan menggunakan alat berat oleh petugas dari Dinas PUPR Kota Bogor. Pembukaan jalan tersebut disaksikan langsung oleh Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, pemilik tanah H Salim Abdullah alias H Aab, Kepala Dinas PUPR, Kasatpol PP, Camat Bogor Timur, dan pihak kepolisian serta unsur TNI.

Jalur R3 kembali dibuka normal lantaran antara Pemkot Bogor dengan H Aab selaku pemilik tanah sudah terjadi kesepakatan. Proses ganti rugi tanah milik H Aab yang terkena jalur R3 seluas 1.840 meter persegi akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, kesepakatan tersebut berkat silatirahim dan komunikasi antara Pemkot Bogor dengan H Aab. “Sekarang kembali normal seperti semula. Kami mengucapkan terima kasih kepada H Aab atas kebesaran hatinya. Kepada masyarakat Bogor kami juga meminta maaf atas kekeliruan dan telah terganggu perjalanannya beberapa minggu ini. Banyak pengalaman dan hikmahnya di balik kejadian ini. Tidak ada yang menang dan kalah dalam hal ini. Ini bagian dari dinamika pembangunan Kota Bogor,” ungkapnya di lokasi.

Dengan telah terjadinya kesepakatan tersebut, kata Usmar, kesempatan bagi Pemkot Bogor untuk merampungkan penataan jalur R3 karena sebagian ruas harus diaspal.

Sementara itu H Aab mengatakan bahwa kesepakatan dengan Pemkot Bogor telah dituangkan hitam di atas putih, sehingga proses ruislag dan ganti rugi tanah miliknya bisa segera dilaksanakan.

“Wabil khusus kepada masyarakat pengguna jalan kami sekeluarga minta maaf. Ini berkat kerja sama yang baik keluarga dengan Muspida. Kami mengambil hikmahnya dari semua peristiwa ini. Khususnya untuk penyelesaian ruislag bisa berjalan karena saya perhatikan progress dan kesepakatan sudah ditandatangani dan dalam waktu dekat hak kami akan segera direalisasikan,” jelasnya.

Salah satu warga asal Parung Banteng yang kerap menggunakan jalan ini, Mirza (45), mengungkapkan, warga bersyukur bisa kembali menggunakan jalur R3 dengan lancar. “Hampir tiga pekan jalan ini ditutup. Alhamdulillah pada hari ini dibuka kembali, mudah-mudahan ke depannya tidak ada permasalahan lagi. Kami kuatir kalau persoalan ini tidak selesai masyarakat bisa melakukan class action,” tuturnya. (dns/cep)