Hallobogor.com, Bogor – Atas dasar kesepakatan bersama lintas sektor, pemerintah melalui Kementerian Sosial meminta semua pihak dan berbagai elemen masyarakat untuk memahami dan melaksanakan amanah Presiden RI Joko Widodo dalam penanganan bencana alam.

“Kesepakatan bersama penanganan bencana harus ada keterpaduan, menyeluruh, dan berkesinambungan,” kata Mensos Idrus Marham, baru-baru ini saat berkunjung ke lokasi longsor di rel KA Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Mensos menjelaskan, keterpaduan dalam penanganan bencana diartikan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Akan tetapi pemerintah butuh bantuan elemen-elemen masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.

Sedangkan penanganan secara menyeluruh artinya penanganan bencana tidak secara sepotong-sepotong.

“Ketiga, yang paling penting adalah berkesinambungan. Jangan hanya saat ini. Jangan hanya ada longsor kita keroyokan, tapi setelah itu kita pada pergi semua. Penataan itu perlu dibina, dikembangkan, dan perlu dirawat. Maka dalam perawatan ini perlu kesinambungan secara menyeluruh.

Dan perlu ada kesadaran bersama,” jelasnya.

Pada sisi lain, kata Mensos, pemerintah daerah perlu melakukan komunikasi dan memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat, bahwa membangun rumah harus memperhitungkan risiko-risiko dan dampaknya.

“Pemerintah harus bisa beradftasi juga karena kita tidak bisa menentukan secara sepihak. Saya yakin kalau kita memberikan penjelasan sedemikian rupa, mereka (masyarakat) juga memahami,” tandasnya.

Selain itu, tambah Mensos,ketika semua pihak menangani bencana alam jangan ada pihak-pihak yang merasa pahlawan sendiri. “Ini adalah satu kesatuan. Ini adalah untuk rakyat. Publikasi silakan tapi tidak usah ada yang mengklaim bahwa ini pahlawan sendiri. Tapi kita semua satu kesatuan,” imbuhnya. (cep)