Hallobogor.com, Bogor – Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat, mengatakan, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan kemiskinan sebagai pejuang kemanusiaan.

Demikian dikemukakan Harry Hikmat dalam acara bimbingan pemantapan sumber daya manusia terlaksana PKH tahun 2018 di Hotel Padjajaran Suites, Kota Bogor, Jum’at (1/6/2018).

“Saya berharap saudara-saudara meneguhkan tekad untuk melaksanakan tugas sebagai pendamping PKH. Bekerja di bidang kemanusiaan dan sudah mengiklaskan diri untuk memperjuangkan kesejahteraan keluarga yang miskin atau kurang mampu. Kalaupun ada hal yang masih mengganjal apapun juga segera konsultasikan kepada fasilitator bintap, sehingga setelah pembekalan ini, hati saudara sudah bulat untuk melanjutkan pengabdian dan meniti karir sebagai pejuang kemanusiaan,” tandas Dirjen.

Karena itulah, lanjut Harry, pembekalan ini menjadi penting untuk membangun visi dan misi yang sama sebagai sebuah korps yang mempunyai tujuan yang sama. Yakni, untuk memastikan bahwa PKH secara efektif bisa mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar kelompok pendapatan.

Pada kesempatan tersebut Dirjen juga menyampaikan pesan dan arahan dari Menteri Sosial Idrus Marham bahwa pendamping PKH tidak boleh terlibat dalam kepentingan politik praktis, harus independen dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. 

Dirjen juga mengukuhkan sebanyak 333 orang sebagai pendamping PKH yang berasal dari lima Kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Harapan, Nur Pujiyanto, menjelaskan bahwa Kemensos telah melaksanakan rekruitmen SDM pelaksana PKH secara online dengan jumlah pelamar mencapai 258.485 orang.

“Yang dinyatakan lulus uji kompetensi bidang dan psikotes sebanyak 16.343 orang, pendamping yang mengikuti bintak dan dikukuhkan berasal dari Kota Bogor 4 orang, Kabupaten Bogor 129 orang, Kota Depok 11 orang, Kota Sukabumi 110 orang, Kabupaten Cianjur 70 orang,” jelasnya.

Sementara Plt. Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan bahwa suka duka pendamping di lapangan akan sangat bervariatif karena akan menghadapi masyarakat dengan latar belakang sosial ekonomi di bawah rata-rata.

“Adik-adik pendamping harus memiliki keterampilan dan kamampuan yang memadai untuk menjalankan tugasnya, sehingga kegiatan seperti ini sangatlah tepat dilaksanakan,” ujar Usmar. (dns)