Hallobogor.com, Bogor – Negara Indonesia adalah negara hukum sesuai Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Maka, setiap warga negara tak lepas dari aturan hukum dan dituntut untuk sadar hukum.

Termasuk bagi profesi dokter. Puluhan dokter hewan dan staf yang tergabung di Klinik Hewan Laras Satwa Grup, Jakarta, mengikuti pembekalan hukum yang disampaikan Konsultan Hukum Bahtera Gurning, SH., MH., belum lama ini.

Selama tiga kali pertemuan, Bahtera membawakan materi tentang pengantar ilmu hukum. “Tujuan manajemen Laras Satwa adalah ingin memberikan pemahaman dan meningkatkan tingkat kesadaran hukum khususnya untuk dokter hewan dan karyawannya agar menyenangi setiap ketentuan, SOP, regulasi di Laras Satwa Grup sehingga pelayanannya kepada customer dan klien bisa terlayani dengan standar yang baik,” kata Bahtera.

Bahtera menilai bahwa kebutuhan pengetahuan tentang hukum bukan hanya diperlukan bagi orang berprofesi bidang hukum saja, namun diperlukan untuk berbagai macam profesi termasuk dokter hewan.

Bahtera menjelaskan, pada dasarnya setiap manusia dalam kehidupannya pasti membutuhkan dan selalu berkaitan dengan hukum apalagi menurut pemahaman ahli hukum sering dikenal istilah “ubi societas ibi ius”, di mana ada masyarakat di situ ada hukum. “Jadi hukum sangat dibutuhkan bagi semua kalangan masyarakat terutama yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Para dokter hewan dan staf karyawan Laras Satwa Grup dalam kesempatan tersebut juga mendapatkan tranfer pengetahua tentang hukum pidana, hukum perdata, hukum acara pidana, hukum acara perdata, HTN, HAN, Hukum Islam, dan Hukum adat. Namun sesuai kebutuhan materi berkaitan dengan dokter hewan dan para karyawannya, Bahtera lebih menekankan tentang hukum pidana dan hukum perdata khususnya penerapannya dalam lingkungan pekerjaan dokter hewan dan karyawan di Klinik Hewan Laras Satwa Grup.

Bahtera menegaskan bahwa dalam dunia kerja hukum tidak bisa dipermainkan namun kalau dimanfaatkan dapat melindungi banyak pihak. “Ketika setiap individu bahkan profesi menjalankan kegiatannya dengan taat hukum maka hukum itu juga akan melindunginya, artinya dibutuhkan kesadaran dan disiplin diri untuk selalu taat pada aturan yang sebenarnya, terutama penggunaan SOP dan regulasi sangat bermanfaat baik dunia kerja bahkan dalam menjalankan profesi sehingga mengurangi kemungkinan masalah yang dapat timbul termasuk gugatan di pengadilan,” terang dia.

Selain itu, Bahtera juga memberikan pemahaman unik mengenai tata cara menyelesaikan masalah khususnya dalam dunia kerja dan profesi dokter hewan yang selalu mengedepankan mediasi untuk mencapai titik temu sebelum memutuskan untuk diselesaikan di jalur litigasi atau pengadilan.

“Untungnya Laras Satwa telah berupaya menerapkan standar prosedur yang baik yang didukung juga oleh PDHI, Persatuan Dokter Hewan Indonesia, sehingga nilai kepercayaan customer atau klien penggemar hewan peliharaan kepada Laras Satwa akan lebih meningkat. Saya mengapresiasi manjemen Laras Satwa Grup yang telah benar-benar peduli kepada rekan dokter hewannya dan para karyawannya untuk bisa mengetahui pengetahuan hukum meskipun mereka bukan sarjana hukum, karena aspek hukum untuk dokter hewan juga sangat bermanfaat terutama ada kaitannya dengan perlindungan hukum untuk profesi dokter hewan, atau usaha yang ada kaitannya dokter hewan di Laras Satwa baik pelayanan klinik hewan, petshop, salon hewan, jasa penitipan dan usaha lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bayu T Saputro, tim dari Kantor Bahtera Law Office Consultant menambahkan, Bahtera Gurning dari Bahtera Law Office Consultant sosoknya dikenal sebagai konsultan hukum yang bercorak corporate lawyer atau lawyer bisnis yang sering memberikan materi dan advise hukum untuk perusahaan dan meskipun beliau aktif di kepengurusan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan AK3U di salah satu daerah.

“Ia tidak terlalu eksis di media sosial, dan beliau sangat peduli bukannya untuk nilai klien komersil saja namun sisi sosial beliau juga tonjolkan dengan memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu,” imbuh Bayu. (cep)