Hallobogor.com, Bogor – Pengembang Apartemen Bogor Valley bakal diadukan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Pasalnya, salah satu konsumen merasa dirugikan. Pengembang telah memutus pembelian apartemen yang terletak di kawasan Jalan Baru, Kota Bogor, itu secara sepihak.

SI, warga Tanah Sareal, Kota Bogor, pada tahun 2012 membeli satu apartemen dengan cara mencicil. Harga satu unit Apartemen Bogor Valley Rp344 juta. Setelah down payment (DP) Rp60 juta, SI memulai proses selanjutnya pembayaran lancar hingga cicilan ke 23.

Pada cicilan ke 23 tepatnya April 2015, SI mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban untuk membayar cicilan berikutnya. Saat itu jumlah uang pembayaran yang masuk sudah sekitar Rp140 juta.

“Tanpa ada kabar, saya diputus secara sepihak. Ini diketahui saya saat hendak melunasi pembayaran awal tahun 2016 lalu,” ujarnya.

SI menyikapi permasalahan yang merundungnya memilih mengajukan kepada pemasaran apartemen uang pembayaran yang telah masuk kembali. Namun baru-baru ini, ia hanya akan menerima uang pengembalian Rp36 juta.

“Jelas saya shok. Uang itu juga hingga kini belum diambil. Untuk itu, saya mau mengambil langkah mengadukan hal ini ke BPSK,” SI menandas.

Terpisah, Dwi Foba selaku Marketing Bogor Valley membenarkan pengembang telah memutus pembelian apartemen terhadap SI. Kata Dwi, pemutusan itu langsung dari pusat dan secara rinci ia tidak tahu percis apa penyebabnya.

“Saya tidak tahu, apa karena tunggakan atau apa. Semua proses pemutusan kebijakan pusat. Biasanya hak konsumen standarnya 20 persen dari harga. Kalau uang masuk belum ada 20 persen berarti hangus semua,” ujar Dwi. (hrs).