Hallobogor.com, Bogor – Keberhasilan Indonesia mengembangkan sapi Belgian Blue mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Belgia yang mengirimkan langsung atase perdagangannya untuk meninjau Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/11/2018).

Kedatangan Atase Perdagangan Belgia, Christopher Van Overstraeten didampingi Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Yuri O Thamrin dan Atase Pertanian Indonesia untuk Belgian, Wahida.

Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan menyebutkan, pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia dimulai sejak 2016 hingga November 2018 sudah ada 91 kelahiran.

“Hingga saat ini secara nasional total kelahiran sapi Belgian Blue sebanyak 91 ekor,” kata Oloan.

Oloan mengatakan 91 kelahiran tersebut terjadi di 11 UPT yang ada di bawah Kementerian Pertanian yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia termasuk BET Cipelang.

Untuk kelahiran pertama sapi Belgian Blue yang dikembangkan oleh BET Cipelang, salah satunya Gatot Kaca, yakni sapi pejantan yang usianya sudah 18 bulan memiliki bobot hingga 583 kilogram.

Sapi Belgian Blue pertama Indonesia ini memiliki darah murni 100 persen berhasil dikembangkan melalui Transfer Embrio atau (TE).

Akhir Oktober lalu Gatot Kaca telah diperkenalkan ke masyarakat, dan didistribusikan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk dijadikan Bulls atau sapi penghasil sperma (semen beku). “Gatot kaca merupakan sapi Belgian Blue hasil TE pertama di Asia Tenggara,” kata Oloan.

Keberhasilan pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia direspon positif oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang pada bulan Maret 2017 mendorong BET melakukan terobosan dan introduksi bangsa sapi baru Belgian Blue dalam jumlah 500 ekor.

Desember 2017 target kelahiran keturunan sapi Belgian Blue ditingkatkan menjadi 1.000 ekor setelah lahir sapi hasil TE kedua di BET Cipelang.

Oloan mengatakan pengembangan sapi Belgian Blue sebanyak 1.000 ekor sesuai dengan peta jalan pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 73/Kota/OT.050/1/2018 tanggal 15 Januari 2018.

“Berdasarkan Permentan tersebut dilakukan pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia dilaksanakan di 11 UPT lingkup Kementerian Pertanian,” kata Oloan.

Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Kementerian Pertanian, Sugiono menyebutkan, Belgian Blue merupakan rumpun sapi potong kelompok Bos taurus yang berasal dari negara Belgia.

“Keunggulan sapi Belgian Blue diantaranya mempunyai konformasi perototan yang baik dan persentase karkas yang tinggi sekitar 20 persen lebih tinggi dari persentase karkas sapi pada umumnya” katanya.

Ia menjelaskan kandungan lemak pada sapi Belgian Blue yang relatif lebih rendah dan memiliki efisiensi penggunaan pakan yang baik.Menurutnya, potensi produksi karkas yang tinggi dan performance yang baik merupakan harapan bagi pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat Indonesia.

“Mudah-mudahan kerja sama dengan Belgia ini akan meningkatkan kinerja produksi sapi di Indonesia,” kata Sugiono.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Yuri O Thamrin mengapresi keberhasilan BET Cipelang dalam mengembangkan sapi Belgian Blue di Indonesia.

Menurutnya, performans sapi Belgian Blue dengan perototannya yang luar biasa, dan potensi karkasnya yang besar antara 70 sampai 80 persen dapat menjadi peluang pengembangan sapi di Indonesia. “Diharapkan upaya yang dilakukan pemerintah ini ke depan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani asal ternak bagi masyarakat Indonesia,” kata Yuri.

Yuri menambahkan, untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pengembangan sapi Belgian Blue, saat ini Indonesia sedang mengusulkan kerja sama dengan Pemerintah Belgia, terutama dalam rangka peningkatan SDM. (lai)