Hallobogor.com, Megamendung – Konflik tanah garapan kembali terjadi di kawasan Puncak, tepatnya di Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Sebidang tanah negara seluas 2.200 meter persegi sesang diperebutkan oleh warga penggarap dengan Yayasan Al Mustafawiyah.

Sebanyak empat orang warga penggarap mengadukan persoalan tersebut ke Mapolsek Megamendung, Kamis (30/3/2017). Suasana tegang terjadi di depan Mapolsek Mengandung lantaran keempat penggarap tersebut nampak emosi.

“Kami tak terima karena lahan garapan yang sekarang dibangun Yayasan Al Mustafawiyah sudah dikuasai oleh penggarap sejak belasan tahun silam. Sedangkan sekarang pihak yayasan bukan hanya mendirikan pesantren, tapi sudah mengomersilkan lokasi itu. Seharusnya pihak yayasan melakukan penyelesaian teelwbih dahulu kepada para penggarap,” ungkap seorang penggarap bernama.Iwan.

Iwan menjelaskan, untuk menguasai lahan seluas 2.200 m2 itu pihak Al Mustafawiyah menggandeng petugas PTPN VIII Gunung Mas, lantas ditindaklanjuti oleh Gunung Mas dengan mengeluarkan surat eksekusi kepada para penggarap atas permintaan pihak yayasan.

“Saya menggarap lahan ini sudah 15 tahun. Tiba-tiba sekarang saya harus angkat kaki, karena lahan ini mau diambil oleh yayasan Al Mustafawiyah, tanpa diganti, dan tanpa musyawarah dulu. Keberadaan kami di sini memiliki surat tanah sebagai penggarap. Dengan demikian, kami akan mempertahankan lahan ini,” tegas Iwan.

Sementara itu, dukungan dari para penggarap lainnya terus mengalir. Bahkan beberapa ormas sudah terlihat berada di Mapolsek Megamendung untuk membela para penggarap. Tidak ketinggalan, sebuah ormas Islam terkemuka turut memberikan dukungan moril, guna mempertahankan hak para penggarap. (dang)