Hallobogor.com, Bogor – Masih banyaknya pengguna kolsen radio sebagai perangkat alat komunikasi dan informasi di Kota Bogor tanpa memiliki izin atau ilegal. Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Bogor, dalam waktu dekat akan melaksanakan giat sweeping.

“RAPI Kota Bogor selalu mengadakan giat sweeping. Maka dalam waktu dekat ini RAPI akan melakukan sweeping kembali. Sweeping dilakukan door to door baik dirumah maupun di pusat perbelanjaan (Mall).

Sweeping dilakukan secara gabungan, melibatkan aparat dari Kepolisian, “ujar Ketua RAPI Bogor Utara. Jz 10 GRZ, Rudi Jamaludin, yang juga Ketua pelaksana acara halal bihalal RAPI se-Kota Bogor, di GOR Padjajaran, Minggu (30/08).



Rudi mengatakan, dari data RAPI Kota Bogor, anggota aktif dan tidak aktif tercatat sudah 1000 orang aktif di Kota Bogor. Namun paling banyak mereka diluar anggota yang tidak memiliki izin resmi sesuai undang-undang (UU) nomor 36 tentang komunikasi.

“Mereka penggguna kolsen atau pengguna radio gelap harus memiliki izin resmi dari Kemeninfo terlebih dulu. Sesuai undang undang (UU) nomor 36 tentang komunikasi,.” jelasnya.

Sanksi yang diberikan RAPI Kota Bogor sifatnya masih dalam tahap pengarahan, agar bisa menjadi anggota, terlepas itu dipastikan mendapatkan bekal bimbingan dan pembinaan lebih dulu.

“Kita dari RAPI mengupayakan agar pengguna ilegal bisa menjadi anggota resmi RAPI. Adanya kegiatan sweping nanti, diharapkan bisa menambah anggota kedepan, “harapnya. (Dani)