Hallobogor.com, Sukajaya
Sebanyak 84 Kepala Keluarga di Kampung Sirna Galih, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban bencana longsor kini menagih janji Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ini lantaran sejak menempati Hunian rumah sementara (Huntara) yang diberikan beberapa tahun silam, janji yang diiberikan tidak pernah terlaksana.

Ujang (40) salah satu warga penghuni Huntara mengunkapkan, bertahun-tahun dirinya bersama keluarga harus hidup dalam kondisi yang serba tidak nyaman. kondisi kumuh dan kotor karena dibangun seadanya dengan menggunakan bilik, kini sudah tak lagi kuat karena lapuk.

“Huntara ini sudah tak layak untuk dihuni, kondisinya sangat memprihatinkan karena hancur termakan usia. Apalagi hanya terbuat dari bilik dan bambu seadanya,” ungkap Ujang Kepada Hallobogor.com

Ditambahkan Ujang, bukan hanya keluarganya saja yang kini sudah tidak betah tinggal ditempat tersebut. Puluhan keluarga lainya juga merasakan hal yang sama.

“Kami sangat mengharapkan sekali bantuan tersebut, untuk masa depan keluarga kami,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Sukaraksa, Tirta Supirta menjelaskan, Pemerintah Desa sudah semaksimal mungkin membantu warganya agar secepatnya mendapatkan hunian tetap. Kordinasi dengan pihak Pemkab Bogor pun terus dilakukan.

“Sebagai penanggung jawab Desa Sukaraksa, saya terus berupaya dan tidak bosan-bosan menanyakan ke dinas terkait untuk segera mempercepat proses pencairan bantuan tersebut kerekening masing-masing bantuan,” kata Tirta.

Dia menambahkan, proses pengajuan persyaratan sudah selesai sejak lama. Bahkan, untuk relokasi pihaknya sudah membuatkan rekening bagi penerima bantuan.

“Saya juga berharap Pemkab Bogor segera mencairkan bantuan itu, karena saya tidak tega melihat warga saya tinggal di tempat hunian sementara yang memprihatinkan,” pungkasnya.(eco/rhm)