Hallobogor.com, Cibinong – Dewan Pengurus Daeran (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, periode 2019-2022 menyoroti perkara bonus demografi di daerah itu yang bisa menimbulkan masalah bagi daerah apabila tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Perkara bonus demografi ini bisa jadi positif bisa juga negatif, tergantung kita menanggapinya. Kalau Pemkab Bogor dan para stakeholder pemuda menjawabnya dengan positif, insyaallah tidak menjadi masalah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD KNPI Kabupaten Bogor, Suhandi usai pelantikan di Aula Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, KNPI justru akan memanfaatkan bonus demografi dengan cara menggali potensi-potensi pemuda Kabupaten Bogor. Salah satu caranya, dengan membangun sinergi bersama Pemkab Bogor terkait program-program kepemudaan.

“Kita berharap KNPI selalu sinergis dan tetap kritis baik di daerah maupun pusat, di Bogor misalnya, kita melihat program Pancakarsa banyak yang sinergis dengan kepemudaan. Ada Bogor Cerdas, Bogor Membangun, Bogor beradab dan lainnya. Kalau diuraikan itu bisa melibatkan pemuda,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, M Fikri Ikhsani menyebutkan lima program andalannya selama tiga tahun ke depan, yang sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Lima program itu, Pemuda Maju, Pemuda Membangun, Pemuda Sehat, Pemuda Cerdas, dan Pemuda Berkeadaban. Ini sejalan dengan program unggulan Bupati Bogor yang bernama Panca Karsa,” kata Fikri saat diwawancarai.

Bupati Bogor, Ade Yasin di tempat yang sama mengajak seluruh pemuda Kabupaten Bogor melalui KNPI untuk bersama-sama membangun Bogor dengan memaksimalkan program-program yang ada.

“Programnya, ada Teras Millenial, Petani Millenial, Career Center serta program-program yang ada di setiap dinas seperti Dispora, Disbudpar. Intinya saya mengajak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor,” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (fik)