Hallobogor.com, Bogor – Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor periode 2017-2022 resmi dikukuhkan. Acara pengukuhan digelar di Hotel Onih, Jalan Paledang No. 50, Kota Bogor, Selasa (8/8/2017). 

Ketua BPC PHRI Kota Bogor yang baru, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, sebagai lembaga resmi, PHRI merupakan organisasi pemasok terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Bogor. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Pemkot Bogor di bawah kendali Wali Kota Bogor Bima Arya.

Yuno Abeta Lahay menjelaskan, PHRI yang di dalamnya pelaku usaha hotel dan restoran ke depan akan berusaha untuk melakukan sinkronisasi dengan program Pemkot Bogor.

“PHRI menginginkan kemandirian dalam membuat program dan ada perhatian dari Pemkot Bogor. Efek sinergisnnya adalah ketika berbicara peningkatan keuntungan perusahaan hotel dan restoran otomatis menjadi peningkatan juga untuk PAD. Mungkin itu yang diharapkan pula oleh Wali Kota Bogor,” jelasnya.

Dari sisi internal organisasi, Yuno menandaskan akan berupaya meningkatkan skill para pelaku usaha hotel dan restoran melalui berbagai pelstihan dengan mengandeng Indonesian Hotel General Manager Assosiaton (IHGMA).

“Untuk peningkatan skill baik tenaga front office, chef, housekeeping, dan lainnya, semua akan kami tingkatkan. Kami akan rutin lakukan pelatihan – pelatihan untuk rekan-rekan,” ucapnya.

Selain itu, kata Yuno, PHRI akan berupaya menambah keterlibatan para pelaku usaha industri hotel dan restoran agar tergabung dalam PHRI. Sebab saat ini PHRI Kota Bogor baru beranggotakan 70 orang yang mayoritas pengusaha hotel. “Untuk itu saya sudah bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Data dari Pemkot Bogor saat ini untuk restoran saja ada 680 lebih. Sementara itu, yang menjadi member PHRI masih di bawah itu. Ini tantangan buat PHRI,” tandasnya.(dns)