Hallobogor.com, Balaikota – Kewajiban menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) oleh perusahaan belum berjalan optimal.

Hal itu tergambar dari data perusahaan di Jawa Barat yang menyampaikan LKPM baru 1.534 perusahaan atau 59,50 % dari target. Sedangkan di level kota Bogor, baru ada 941 perusahaan yang telah menyampaikan LKPM ke BPPT-PM.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penanaman Modal BPPT-PM, Tyas Ajeng ketika ditanya terkait latar belakang pelaksanaan sosialisasi LKPM yang berlangsung di ruang rapat 3 Plaza Balaikota, pada Senin (6/7).

“Sosialisasi ini untuk mengingatkan perusahaan-perusahaan di Kota Bogor agar melaporkan nilai realisasi investasi kepada BPPT-PM secara online yang telah dirintis sejak tahun 2014,” kata Tyas.

Menurut Tyas, banyak pembangunan-pembangunan di Bogor yang tidak terhitung berapa nilai realisasi yang membuat nilai realisasi investasi Bogor berada jauh dibawah Kabupaten Bekasi.

“Bahkan pengusaha yang telah memiliki Hak Akses, belum banyak melaksanakan pelaporan secara online, sehingga program sosialisasi selanjutnya difokuskan untuk workshop LKPM online, dan perlu dibuatnya panduan dan mekanisme untuk realisasi investasi PMDN dan SPIPISE mengingat di daerah cukup potensial,” ujarnya.

Tyas berharap perusahaan yang terdaftar bisa menyampaikan LKPM, sehingga angka yang tercatat tinggi dan Bogor naik peringkat dalam hal realisasi investasi. (kot)