Hallobogor.com, Cigombong – Bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dialokasikan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Cigombong 1, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, untuk merehabilitasi ruang kelas mendapat sorotan dari kalangan jasa kontruksi. Sebab, anggaran yang digelontorkan negara sebesar miliaran itu, dinilai sangat berlebihan.

Koni, pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Bogor, mengaku kaget setelah mengetahui besaran anggaran bantuan dari Kemendikbud ke SMPN Cigombong 1 senilai lebih dari Rp.1,5 miliar.

“Besar banget anggaran bantuannya. Itu dikerjakan pihak ketiga atau melalui swakelola,” katanya kepada Bogorzone.com saat berada di lokasi pembangunan tembok penahan tanah (TPT) DI Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Selasa (14/11/2017).

Ia merinci anggaran yang habis digunakan untuk merehab puluhan ruang kelas. Bahkan, secara detail pengusaha yang sudah malang melintang di dunia jasa kontruksi itu menganggap, pihak pelaksana bantuan harus transparan terhadap penggunaan bantuan tahun 2017 tersebut.

“Soalnya, kalau hanya merehab ruang kelas saja, satu unitnya paling besar menghabiskan biaya Rp.15 juta. Dan itu sudah termasuk untuk upah pekerja,” jelas Koni.

Menurut salah seorang guru di SMPN Cigombong 1 yang namanya enggan disebutkan, anggaran bantuan dari Kemendikbud sebesar Rp.1,5 miliar lebih itu, untuk dialokasikan merehab 55 unit ruang kelas.

“Sekarang sudah selesai pengerjaannya. Tadi juga sudah ada dua orang wartawan yang menanyakan itu. Saya silahkan mengambil poto sekolah, asal jangan mengganggu siswa yang lagi belajar,” imbuh pria yang memakai peci haji.

Pantauan di SMPN Cigombong 1, pihak sekolah hanya melakukan rehab atap berberapa ruang kelas dan mencat ulang saja. Adapun atap yang baru diganti, yakni atap kantin sekolah. (ris)