Hallobogor.com, Cijeruk – Masyarakat Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mendadak heboh. Seorang penjaga vila, Haryanto Samosir (34), menjadi korban pembunuhan pada waktu sahur di Kampung Pasir Pogor RT 2/7, Desa Cipelang, Senin (5/6/2017) sekira pukul 03.00 Wib dinihari.

Peristiwa nahas ini awalnya diketahui oleh warga sekitar pukul 05.30 Wib. Korban yang diketahui beridentitas warga Jati Rasa RT 08/03 Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi ini, ditemukan warga dalam keadaan sudah tergeletak dalam posisi telungkup bersimbah darah di depan vila, di sebuah perkebunan. 

Korban sudah tak bernyawa dengan rahang muka robek terkena bacokan dan sikut tangan kanan robek bekas bacokan. Posisi tangan kanan korban masih memegang korek api gas berwarna orange. Korban berpakaian celana pendek warna coklat dan kaos oblong abu-abu.

Menurut istri korban, Lestari, suaminya sekira pukul 03.00 dinihari dijemput oleh dua orang tidak dikenal. “Suami saya melarang saya untuk nemuin orang itu. “Barin aja, saya yang nemuian mereka. Paginya saya dibangunin warga. Warga bilang suami saya tergeletak sudah meninggal dibunuh orang. Kaget saya,” ungkapnya.

Lestari mengaku selama ini keluarganya tak pernah punya masalah dengan orang lain. “Saya ga percaya suami saya dibunuh, karena baru tiga bulan saya nunggu vila ini. Jadi belum ada masalah dengan warga sekitar,” ujarnya sedih.

Sementara itu, Kapolsek Cijeruk, Kompol Saffiudin Ibrahim, mengatakan, korban diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang tidak dikenal. “Selama ini korban tinggal di saung milik Ibu Maalda alamat Jakarta,” ungkap di tempat kejadian perkara (TKP). 

Kapolsek membenarkankan, kronologis kejadian menurut keterangan istri korban, Lestari (30), sekira pukul 03.00 Wib korban ada yang memanggil dari luar. Kemudian korban ke luar dan pada pukul 05.30 Wib korban sudah tergeletak dengan berlumuran darah.

Korban meninggalkan istri dan satu orang anak berumur tujuh bulan. Korban selain menjaga vila, juga mengolah lahan garapan di tanah milik Bahana Sukma Sejahtra.

“Kami masih terus mendalami kasus ini dan mudah-mudahan pelaku dan motivasinya bisa segera terungkap,” tegas Kompol Saffiudin Ibrahim. (wan/den/cep)