Hallobogor.com, Cileungsi – Beberapa pekan belakangan suasana Pilkada Kabupaten Bogor 2018 mulai memanas. Beberapa akun facebook mulai terang-terangan membuka ‘aib’ kandidat lain hingga saling seranh di media sosial.

Sederet status juga mewarna dunia maya bahkan tak jarang memicu reaksi keras akibat pro-kontra antar pendukung dan loyalis.

Pantauan wartawan di jejaring sosial khususnya facebook, statemen politik yang saling menyindir terus bersahutan di beberapa akun facebook jelang Pilbup.

Seperti yang terlihat di akun facebook atas nama Dodi Achdi Suhada yang diunggah pada 18 Januari 2018. “Wahh di Bogor Kabupaten harus diperhatikan nih.. mendagri harus tegas,” cuitnya saat mengeritik pertemuan akbar Ade Yasin-Iwan Setiawan dengan tim suksesnya dan memobilisasi Ketua RT, RW, P3N, BPD, LPM, dan kader serta tokoh masyarakat di Megamendung beberapa waktu lalu. 

Tulisan Dody mendapat tanggapan dari akun atas nama Yuli Herlina. “Punya kerajaan seperti apa di penjara bisa dikunjungi aparat desa satu bis,” tulis akun Yuli.  

Cuitan Yuli pun dijawab oleh akun Dody Achdi Suhada. “Di Sukamiskin merasa punya uang dr APBD juga kab bogor ini miliknya merasa bisa dibeli orang bogor pakai uang,” tambah Dody.  

Tak cukup sampai di situ, akun atas nama Dody Achdi Suhada pun kembali membuat tulisan di facebook pada tanggal 21 Januari 2018.

“Orang baik belum tentu benar tapi orang benar sudah pasti baik..kok orang baik disukamiskin..sudah pasti ia bukan orang benar pilihlah pemimpin yang mau jadi pelayan rakyat,” katanya yang dilansir dari akun facebooknya.  

Cuitannya pun langsung mendapat tanggapan dari akun Maulana Pasterdai.  “sukamiskin itu tetangganya sukarupsi buka ya kang? apa sodaranya,” katanya.  

Akun Dody Achda Suhada dengan cepat menjawab “iya sukamiskin itu yg suka miskinkan rakyat kab bogor,  tinggal bagaimana sikapinya,  yg mau jadi pelayan rakyat kab bogor itu yang benar.yang merasa jadi penguasa buang ke ciliwung,” tulis Dody.  

Selain mendapatkan tanggapan yang pro, ada juga cuitan yang kontra. Akun face book atas nama L Hakim menyarankan agar Dody jangan suka menyalahkan orang lain.  

“Ulah sok ngajojore batur kang Dody Achda Suhada, sekarang kita ngomongin orang lain, mungkin suatu saat menimpa kita,” saran L Hakim.  

Kurang terima dengan tanggapan L Hakim, akun Dody Achda Suhada mempersilahkan tulisan di facebooknya untuk dilaporkan.

“masalahnya dimana bung L Hakim.. saling mengingatkan ngk masalah kalu ngk suka lapor aja pencemaran,” tantang Dody.

Saat dikonfirmasi Dody Achda Suhada membenarkan bahwa akun tersebut merupakan miliknya. Ketua Repdem Kabupaten Bogor ini juga tidak membantah terkait adanya tulisan yang mengkritik Cabup Ade Yasin dan kakak kandungnya Rachmat Yasin.

“Betul saya sengaja membuat status seperti itu. Saya kurang senang dengan jargon Ade Yasin Bogor Nu Urang,  slogan seperti itu merupakan pembodohan publik, Bogor itu bukan milik keluarganya, tetapi Bogor itu milik rakyat. Rakyat juga sudah tahu RY dipenjara karena korupsi, termasuk acara yang digelar di Megamendung dengan mengundang RT, RW, dikasih duit Rp 200 ribu itu sama saja penipuan.  Saya ngomong, kalau memang salah itu saya katakan salah. Emang saya sebutkan nama RY? Kan tidak. Saya juga menulis status di FB itu kan di Jakarta,  bukan di Bogor,” tutur Dody. 

Dody juga mengaku akibat tulisan di akun facebooknya sudah merasakan dampaknya secara langsung. Bahkan menurutnya, RY telah memerintahkan timnya dibagian biro hukumnya untuk menemuinya.  

“Risiko dan dampak atas tulisan saya di facebook luar biasa, banyak yang menelepon saya, bahkan bagian biro hukum RY center sudah ketemu secara langsung dengan saya di Mall Metland, ya saya jelaskan alasan saya kenapa harus menulis seperti itu. Saya bilangin ke biro hukumnya saya tidak takut, saya tetap harus kencang menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di Kabupaten Bogor,” tandas Dody pengurus DPM Repdem ini. (cep/has)