Hallobogor.com, Mekkah – Umroh Wajib saya dan rombongan selesai sekitar jam 2 dini hari, Minggu (28/2). Dikarenakan selama dua hari aktivitas sangat padat, jadi dapat free program pada hari Minggu, untuk beristirahat. Berikut ini catatan wartawan Hallobogor.com Banny Rachman di Mekkah :

Alhamdulillah saya bisa pergi umroh bersama keluarga, di hotel Madinah dan Hotel Mekkah saya sekamar dengan keluarga. Banyak yang pergi bersama keluarga tapi tidak bisa satu kamar, karena memang yang ngurus pembagian kamar dari travelnya. Di Mekkah saya nginap di Hotel Saraya Iman, hotelnya lebih bagus di Hotel Anshar Madinah.

Karena terlalu capai, jadi hari pertama saya tidak Sholat subuh di Masjidil Harom, saya sholat dikamar hotel. Pagi sekitar jam 9 setelah sarapan di hotel, saya jalan-jalan bersama keluarga berkeliling sekitar hotel. Makanan yang disajikan hotel makanan Indonesia, jadi jangan takut kangen masakan Indonesia disini. Sarapan pagi saya hari ini, nasi, telur dadar, bihun goreng, kerupuk dan sambel goreng, ada juga roti dan selainya.



Minuman pun ada beberapa pilihan disini, ada air putih, jus mangga, kopi, teh, susu, dan kita bebas mau minum apa, semuanya juga boleh, begitu juga waktu di Hotel Nabawi. Perbedaannya, kalau di Hotel Madinah kita boleh makan di kamar hotel, mereka nyiapin piring dan sendok plastik, tapi kalo di Mekkah tidak boleh.

BACA :

Menuju Tanah Suci, Tempat Ibadah yang Dirindukan Ummat Islam Sedunia

Perjalanan di Tanah Suci : Dari Jedah Menuju Madinah.

Perjalanan di Tanah Suci : Ziarah ke Makam Nabi Muhammad dan Para Sahabat di Masjid Nabawi

Perjalanan di Tanah Suci : Menyaksikan Peninggalan Rasulullah SAW di Masjid Nabawi

Perjalanan di Tanah Suci : Ini Dia Tempat-Tempat yang Wajib Dikunjungi di Madinah

Pemandangan yang pertama saya lihat ketika keluar hotel adalah Masjidil Harom, karena bangunan yang sangat luas dan besar, maka dari jarak jauh sudah terlihat.

Perjalanan menuju Masjidil Harom banyak toko-toko yang berjualan oleh-oleh Mekkah. Satu toko yang membuat saya tertarik, yaitu toko ice cream, karena sangat ramai, dipenuhi orang Indonesia mau pun orang Arab. Saya coba beli ice creamnya, harganya 3 real (sekitar Rp. 12.000an), dan rasanya pun memang enak sekali, ada beberapa rasa dalam satu cup. Dan ternyata ice cream ini memang populer di Mekkah.

Di sekitar depan Masjidil Harom, ada pemandangan yang membuat saya senang, di depan halaman Masjidil Harom banyak sekali burung Merpati berwarna abu-abu. Wahhh langsung saya menuju burung-burung yang indah itu, kebetulan ada yang jualan makana burung, jadi saya beli, hargnya 5 real atau sekitar Rp. 20.000 dan saya menyempatkan untuk berfoto.

Sekitar Masjidil Harom juga banyak pedagang kaki lima, rata-rata berjualan gamis, sorban, abaya wanita, tasbih, pasmina, kerudung, sama seperti di depan Masjid Nabawi. Tapi sayang di Masjidil Harom, sepertinya tidak boleh berjualan, karena setiap ada polisi mereka pergi berlarian membawa dagangannya. Saya kira cuma di Indonesia saja pedagang kaki lima ditangkap satpol PP hehehe… Ternyata di Arab juga yaa.

Jadi saya belum sempat liat terlalu banyak di pedagang kaki lima, harganya rata-rata sama seperti di Madinah sekitar 10-30 real. Kalau di depan Masjid Nabawi, setelah selesai Sholat fardhu pedagang sudah mulai mejajakan dagangannya, dan berteriak sepuluh real sepuluh real. Tapi kalau di Mekkah, pedagangnya terlalu kawatir, dan selalu waspada karena takut ada polisi.

Karena pedagang kaki lima sudah pada pergi, jadi saya dan keluarga memutuskan untuk masuk ke mall, untuk mencari oleh-oleh. Mallnya sama saja seperti di Indonesia, seperti ITC atau Tanah Abang. Semua oleh-oleh khas Mekkah ada disini, dari mulai kurma, abaya, gamis, sorban, sajadah, tasbih, sepanjang saya berjalan di mall, pemandangan itu yang saya lihat.

Sedikit saya kasih tahu untuk harga-harga disini, harga abaya wanita, gamis, sajadah dibandrol dengan harga sekitar 20-200 real, bahkan ada yang lebih dari 200 real. Tenang… Harga di mall sini bisa ditawar kok, pintar-pintar kita saja nawarnya, rata-rata pedagang bisa bahasa Indonesia walau hanya sedikit, atau bahasa Inggris.

Saya tertarik pada satu toko yang berjualan tasbih, tasbih harganya mulai dari 10 real 3 biji sampai yang ratusan real. Saya tertarik dengan tasbih yang terbuat dari tulang onta dan batu akik, yang saya tahu namanya cat eyes. Memang harganya lumayan mahal, dibanding harga tasbih yang dari plastik-plastik.

Setelah puas berbelanja oleh-oleh, saya kembali ke hotel. Dan mulai bersiap-siap menuju Masjidil Harom untuk melaksanakan Sholat Zhuhur. Sampai Masjidil Harom sekitar jam 11, jadwal Sholat Zhuhur jam 12:34, karena masih lama jadi saya dan keluarga melakukan Tawaf lagi, jadi saya sudah tawaf 2 kali. Mudah-mudahan besok saya bisa tawaf lagi di Ka’bah.

Waktu tawaf pertama kali saya itu malam hari dan sangat ramai, jadi Ka’bah tidak terlihat jelas. Tawaf kedua saya melihat Ka’bah dengan jelas dan sangat dekat. Tawaf siang hari memang sangat panas sekali, tapi udara panas tidak menjadi halangan bagi ummat Muslim yang mau melaksakan tawaf, mereka dengan semangat, senang dan ikhlas mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.

Selesai tawaf saya cari tempat untuk sholat dzuhur ternyat semuanya sudah penuh, padahal sholat baru akan dimulai setengah jam lagi. Karena sudah cape tidak dapat sholat di dalam masjid, jadi saya sholat di sekitar Ka’bah, walau sangat panas dan tepat tengah hari, matahari lagi panas-panasnya sampai susah untuk membuka mata. Tapi saya sangat bersyukur karena bisa Sholat di depan Ka’bah yang sesungguhnya, yang biasanya hanya arahnya saja.

Saat ini Masjidil Harom sedang diperluas, jadi agak sedikit terganggu, dengan suara mesin-mesin, debu. 24 jam Masjidil Harom tidak pernah sepi, jutaan ummat muslim memenuhi Masjidil Harom, dari berbagai negara.

Sekian pengalaman saya sehari di Mekkah, mudah-mudahan bermanfaat dan ada sedikit gambaran bagi yang ingin melaksanakan umroh di Masjidil Harom. Tunggu cerita selanjutnya yaa…

BACA JUGA :

Perjalanan di Tanah Suci : Dari Madinah Menuju Mekkah

Perjalanan di Tanah Suci : Menuju Mekkah untuk Menunaikan Ibadah Umrah

Perjalanan di Tanah Suci : Ini Dia Tempat-Tempat Ziarah di Sekitar Mekkah

Perjalanan di Tanah Suci : Menuju Mekkah untuk Menunaikan Umroh Wajib

Perjalanan di Tanah Suci : Banyak Merpati dan Pedagang Kaki Lima di Kota Mekkah