Hallobogor.com, Bogor – Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusmawan, sangat berharap semua perusahaan tidak main akal-akalan agar tidak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya. Sebaliknya, ia berharap semua pihak punya empati kepada kaum buruh menghadapi Idul Fitri ini.

“Harapannya (perusahaan) jangan ngakalin, karena di lapangan ada juga perusahaan yang mengakali supaya tidak membayar sesuai upah minimum masa THR. Kalau ada perusahaan seperti ini, sungguh terlalu, ga tahu diri,” katanya.

Intinya, kata Iwan, semua pihak harus punya empati. Perusahaan punya kewajiban untuk membayar, pemerintah punya aturan untuk penegakan hukumnya, dan SPN sebagai salah satu serikat pekerja akan terus monitoring. “Kalau semua berjalan, pasti pekerja /buruh menyambut Hari Raya dengan penuh suka cita bersama keluarga di kampung halamannya,” ungkapnya.

Iwan menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR), THR merupakan kewajiban perusahaan untuk membayarkan kepada pekerja satu minggu sebelum pelaksanaan perayaan.

“Besaran THR satu bulan upah, kecuali ditentukan lain melalui perjanjian kerja bersama yang nilainya bisa di atas satu bulan upah,” katanya.

DPP SPN, lanjutnya, juga telah menginstruksikan kepada seluruh perangkat di bawahnya melalui DPD di tingkat provinsi maupun DPC yang ada di kabupaten/kota untuk ikut monitoring dan menerima pengaduan THR 2017. 

“Kami juga berharap efektivitas pengawasan betul-betul dapat berjalan kalau perlu lakukan kunjungan bersama atau undangan semua perusahaan untuk ditanya komitmennya terkait pembayaran THR. Kami akan sinergikan dengan pihak terkait menyangkut monitoring THR termasuk. pelanggarannya kalau ada yang nakal,” jelasnya. (cep)