Hallobogor.com, Ciomas – Setiap kecamatan di Kabupaten Bogor masing-masing memiliki produk inovasi unggulan hasil pertanian. Dari banyak produk inovasi pertanian di Kecamatan Caringin, minuman Aloe Vera dan Kripik Salak Selebor adalah yang paling menonjol.

Dua produk inovasi unggulan petani dari Kecamatan Caringin ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Bupati Bogor Hj. Nurhayanti, saat meninjau arena bazaar produk-produk unggulan inovasi hasil pertanian di Laladon, Ciomas.

“Ini minuman (aloe vera) bisa dijadikan obat maag, saya pernah coba itu,” ungkapnya ketika singgah di stand bazaar Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah Caringin.
Minuman Aloe Vera yang berbahan dasar tanaman lidah buaya ini dikembangkan oleh Kelompok Tani Maju Lima.

Sedangkan Kripik Salak Slebor (Sleman Bogor) dikembangkan oleh Kelompok Tani Antanan di Desa Cimande. Petani setempat menanam Salak Slebor di kebun seluas 18 hektar.

Pimpinan Kelompok Tani Antanan, Agus, mengungkapkan, proses pengembangan inovasi tersebut masih membutuhkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terutama dari sisi perizinan dan pemasaran. “Kendala yang sedang dihadapi sekarang adalah sulitnya membuat izin dari Dinas Kesehatan dan BPOM. Saya berharap Bupati Bogor bisa membantu permasalahan petani ini,” pintanya kepada Bupati.

Berkembangnya inovasi produk pertanian dari Kecamatan Caringin tersebut hingga mampu bersaing di pasar bebas tak lepas dari campur tangan BP3K Wilayah Kecamatan Caringin. Kepala BP3K Wilayah Caringin, Irsyad Rusdianto, mengatakan, saat ini petani-petani binaannya BP3K sebenarnya sudah mampu berinovasi.
“Mudah-mudahan kinerja seperti itu dapat terus ditingkatkan sehingga akan membawa kesejahteraan bagi petani itu sendiri,” katanya.

Selain di bidang pertanian, kata Irsyad, BP3K juga memberikan penyuluhan kepada peternak, pembudidaya ikan, dan sektor kehutanan. “Diharapkan nantinya selain petani, para pembudidaya ikan dan peternak juga akan menyuguhkan produk-produk mereka ke masyarakat,” harapnya.(wan)