Hallobogor.com, Bogor – Sengkarut kasus korupsi Jonggol terus bergulir. Petani Jonggol yang ikut menjadi korban keserakahan para pejabat Pemkab Bogor pun terus memperjuangkan hak-hak mereka.

Aliansi Petani Jonggol (APJ) akan segera melaporkan Ketua Baznas Kabupaten Bogor KH Lesmana ke Mabes Polri karena dianggap menjadi otak penyerobotan lahan milik warga Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, seluas 13 hektare.

Salah satu petani bernama Dace Sodikin, mengatakan, penyerobotan lahan milik warga ini terjadi pada tahun 2012 lalu yang diduga dilakukan oleh KH Lesmana kaki tangan mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin.

“Awalnya penyerobotan lahan terjadi di aset negara atau sitaan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan luas sekitar 100 hektare oleh RY cs dan Lesmana yang dijual ke Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto (pemilik Taman Buah Mekarsari Cileungsi). Karena Mamiek ingin membeli satu hamparan tanah, maka tanah milik petani pun seluas 13 hektare pun ikut diserobot dan dijual ke Mamiek. Karena otak penyerobotan lahan ini KH Lesmana, dalam waktu dekat kami akan melaporkannya ke Mabes Polri,” kata Dace Sodikin kepada wartawan, Minggu (29/7/2018).

Dia menerangkan warga mengetahui lahannya diserobot setelah mantan Kades Singasari Nacim Sumarna ingin menjual sawahnya. Namun setelah dicek ternyata tanah milik petani sudah dalam peta ploting tanah Mamiek Soeharto.

“Kami dapat peta ploting ini dari Cecep Ketua RY Center Jonggol setelah kami mau meminta Cecep untuk menjual tanah kami. Setelah diselidiki ternyata otak penyerobotan lahan ini mengarah ke KH Lesmana,” terangnya.

Petani lainnya bernama Said menuturkan, Mamiek Soeharto membeli tanah warga ke Rahmat Yasin dengan bantuan Rudy Wahab (artis sekaligus pemegang lahan milik PT PSP yang disita oleh Kejaksaan Agung).

“Waktu itu Mamiek Soeharto memanggil Rudy Wahab lalu menanyakan kepada Rudy Wahab tanah ini milik siapa? Dia menjawab tanah warga sudah dibayar uang mukanya ke Rahmat Yasin. Karena Mamiek percaya kepada Rudy Wahab, Mamiek Soeharto pun membayar kepada Rahmat Yasin. Kami minta Rudy Wahab turut dipanggil oleh kepolisian sebagai saksi penyerobotan lahan,” tutur Said.

Terpisah, KH Lesmana ketika ditemui terpisah oleh wartawan, mengaku bukan perantara atau otak penyerobotan lahan di Desa Sungasari Jonggol. Ia menjelaskan lahan 10 hektare atau 100.000 meter yang dia dapat di Desa Singasari itu hanya atas nama dirinya sedangkan pemilik sebenarnya adalah Rahmat Yasin.

“Saya bukan perantara atau otak penyerobotan lahan di Desa Jonggol. Kasus ini saya sudah selesaikan dengan mengembalikan lahan atas nama saya tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” jelas KH Lesmana.

Aktivis Forum Penyelamat (Format) Bogor, Ali Tovan Vinaya, berpendapat statement yang disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Bogor bahwa persoalan kasus tanah di Desa SingasariJonggol tidak bisa tuntas begitu saja usai lahannya dikembalikan ke KPK. Menurutnya, dengan diselesaikan dengan KPK dengan cara mengembalikan tanahnya sudah jelas bahwa ada indikasi keterlibatan kasus korupsi dalam masalah tersebut.

“Dalam kasus penyerobotan lahan milik negara maupun petani ini ada indikasi perbuatan korupsi karena diduga melibatkan banyak pihak. Kepada kepolisian, kejaksaan maupun KPK kami minta ketegasan dan keadilan dalam mengungkap kasus ini,” tegas Ali. (cep)