Hallobogor.com, Bogor – Bencana alam longsor dan banjir yang melanda kawasan Puncak dan selatan Kabupaten Bogor bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan serta infrastruktur. Ratusan hektare pesawahan yang tersebar di beberapa desa juga terancam gagal panen karena diterjang banjir.

Informasi yang diperoleh, di wilayah Kecamatan Cisarua dan Megamendung saja sedikitnya 500 hektare sawah yang mengalami kerusakan. Kondisi tanaman padi ada yang sudah mulai berbuah dan ada pula yang baru ditanam.

Di Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, 200 hektaran sawah milik petani diterjang banjir akibat irigasi anak Sungai Cipari jebol. “Kami bakal gagal panen kalau begini, dan ini jelas kerugian bagi para petani,” ujar Ahmad, petani setempat.

Selain tanaman padi, di beberapa kampung tanaman sayur mayur dan perkebunan palawija juga tidak luput dari terjangan banjir. “Usaha tani sayuran kali ini harus kembali dari awal. Lahan dan jenis tanaman semua rusak. Begitu juga dengan pupuk yang sudah ditaburkan, hanyut terbawa arus air. Musim hujan kali ini, musim yang paling buruk bagi kami selaku petani. Karena, air yang yang datang melebihi kapasitas yang berdampak rusaknya usaha tani kita,” tutur Maksum, petani sayuran di Desa Citeko.

Selain itu, para pemilik tambak ikan mengalami kerugian serupa. Salah satu contohnya kolam budidaya ikan Nila milik Edi, warga Cisarua, jebol. Ikan-ikan Nila sebesar kaki orang dewasa berhamburan ke jalan aspal hingga menyibukkan warga yang sedang siaga banjir. (dang)